No right click here.
If you want anything,
just ASK me :)
Thank You!
•Dean's Blog•

2011年4月28日木曜日

Tittle: don't forget me, onegai.. (1/?)
Pairing: yamachii
Genre: PG-13
Summary: chinen anak dari kampung yang pindah ke kota karna beasiswa
A/N: fanfic ini gak hanya 1 part, tpi.. Gak tau nyampe brpa part, liat nti aja deh ._.

Chinen menatap barang2nya yang sudah terbungkus rapih dengan kardus coklat di pojok ruangan, kamarnya yang sudah ia huni selama 17 tahun harus ia tinggali. Kepintaran chinen membuatnya mendapatkan beasiswa untuk pendidikan lebih di kota hanya saja satu masalah chinen, jika ia tidak bisa menguasain pelajaran B.inggris tamatlah riwayatnya karena beasiswa itu akan hilang dan dia harus membayar biaya sekolah yang mahal. Bagi chinen yang berasal dari keluarga sederhana di kampung itu adalah sebuah masalah besar apalagi dengan di tambahnya tidak ada pilihan kembali ke sekolah lamanya

Butuh waktu 5 jam perjalanan dari kampungnya ke tokyo

Chinen sampai di apatermen barunya, mulai sekarang ia harus hidup sendiri. Chinen mulai menata barang2 nya.

Chinen menghela napas lega melihat barang2nya sudah tersusun rapih, chinen melihat seragam barunya di atas meja yang rapih terbungkus plastik mencobanya dan berkaca tepat seperti dugaannya, kebesaran

Esok hari....

"Ryosuke-kun! Cepat turun!! Nanti kau terlambat!"

"Chotto matte kaasan!" Yamada memakai celanannya, merapihkan sedikit rambut coklatnya dan membereskan buku-bukunya yang akan ia bawa. Yamada menuruni tangga sambil berlari

BRUK!!!

"I...itte!!!!!!!!!"

"Bakka!"


Chinen keluar dari apatermennya, mengikuti arah sesuai yang ditunjukan denah sekolah yang dikirimkan dengan seragam barunya.

Daerah yang ia lewati ini asing baginya dia benar-benar tidak tahu tokyo, bahkan ini pertama kali baginya ke tokyo.

Chinen berhenti di perempatan ada 4 nama jalan yang sama dengan nomor berbeda di situ "habis ini... Kemana?" Berbeda dengan yang di denah "aku... Tersesat??"


" ittekimasu!" Yamada bangun dari jatuhnya dan berlari ke pintu

"Chotto! Ini bekal mu!"

Ckiiiitt!!! Yamada mengerem mendadak merasa terkejut dengan ucapan ibunya "ap.............aa?? Bekal? Bekal ibu bilang? Ibu! Aku sudah 17 tahun!!! Aku tidak bawa bekal lagi seperti anak TK!"

"Kau kan peringkat pertama di sekolahmu! Jadi harus tetap sehat!"

"Tapi!!!"

"Huh! Kau terlalu banya bicara! Sudah makan ini saja sebagai sarapanmu!"

Yamada menerima selembar roti gandum yang di berikan ibunya "ittekimasu!"

"Itterasai"

Yamada menaiki sepedahnya dan nenggowesnya dengan kecepatan penuh "gawat! Gawat! Aku telat!!" Yamada memandangi jam tangannya sambil melaju kencang di atas sepedah

"bagaimana ini.. Aku bisa terlam..." Chinen memandangi jalan di sekitarnya bingung

"SIAL!!!! Aku terlambat!!!!!!!!!!!!"

chinen menoleh kebelakang karena seseorang baru saja berteriak keras. Chinen melihat sepedah yang di bawa oleh seorang pemuda melaju kencang kearahnya, mata chinen melebar tubuhnya kaku "ky-kyaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!!!!!!!" Chinen menutup matanya ketakutan

Yamada kembali melihat kedepan dan mendapati seorang pemuda mungil tepat di arah dia melajukan sepedahnya dan berteriak "gyaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!!!!" Yamada cepat-cepat mengerem sekuat tenaga di bantu dengan kakinya

Ckiiiiiiiiiitttt!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

1 detik.. 2 detik... 3 detik.... Sunyi



Chinen membuka matanya takut untuk melihat sebenarnya apa yang terjadi. Chinen melihat pemuda yang mengendarai sepedah itu menganga lebar matanya masih melotot dan kedua tangannya tetap menekan kedua rem hanya bejarak 1 cm lagi. Sepedah itu akan mengenai chinen dan membuat chinen terpental jauh

"Da..daijobu desuka?" Chinen mengibaskan tangannya di depan wajah pemuda itu

"Heh? Ah!!!!" Yamada tersadar dan turun dari sepedahnya, mencengkram pundak chinen "go..GOMENASAII!!!!!!!" Yamada menundukan kepalanya dengan tangan masih di pundak chinen

"Eh.. Daijobu ne.. Kau sendiri gpp kan?" Chinen bertanya dengan muka innocent nya membuat yamada berkedip dua kali

"Ng.. Aku.. baik-baik saja" yamada melepaskan tangannya "eh? Kau satu sekolah dengan ku"

"Eh?"

"Seragam kita sama hehe" yamada tersenyum, membuat wajah chinen memerah

"Eh, ah, I..iya.." Chinen menunduk sambil mempererat pelukannya pada tas yang ia bawa

"Anak baru ya? Mau bareng?"

"Boleh!?"

"Hahaha.. Tentu saja, kita kan satu sekolah ayo naik" yamada menuntun chinen untuk duduk di bangku belakang. Chinen mengangguk

"Aku harap, aku sekelas dengan orang/anak ini.." chinen dan yamada sama-sama berkata dalam hati dalam waktu yang sama dan mereka tersenyum

Akhirnya mereka sampai di sekolah chinen terkejut melihat sekolahnya begitu mewah dan besar

"Kau turun di sini saja.. Aku akan pergi menaruh sepedah, jauh di belakang"

Chinen mengangguk dan turun dari sepedah yamada "anoo.. Arigatou gozaomasu!" Chinen membungkuk

"Douita!" Yamada mulai menggowes sepedahnya pergi meninggalkan chinen

Ruang guru! Aku tidak tahu di mana ruang guru! Chinen ingin memanggil yamada yang belum jauh darinya tapi ia bingung akan memanggil apa "aku tidak tahu namanya" chinen berbisik dan menatap gedung sekolahnya lemas

"Hooooiii!!!!" Yamada berteriak dari kejauhan

Chinen menoleh kaget "a..ada apa??" Chinen membalas dengan teriakan yang tidak terlalu besar

"Ruang guru!!"

"Apaaa??"

"RUANG GURU!!!!!!!" Yamada berteriak keras membuat chinen diam "ada di lantai 3 pojok sebelah kanan!!!!!!!!!!"

Chinen bingung kenapa orang itu bisa mengetahui yang ia butuhkan saat itu "a..ARIGATOU!!!" Chinen berseru lalu tersenyum lebar, yamada yang melihatnya dari kejauhan hanya bisa diam dan merasakan pipinya memanas

KRIIIIIINNGGG!!!
Bel sudah berbunyi menandakan siswa-siswa harus masuk ke kelas masing-masing dan mulai belajar

Yamada duduk di kursinya, sebelahnya kosong berharap anak tadi yang jadi teman sebangkunya

Pintu kelas terbuka dan guru memasuki kelas "anak-anak, ibu akan memperkenalkan murid baru"

Yamada antusias ingin tahu dengan harapan yang sangat besar

Silahkan masuk, suzuki-kun

"Suzuki? Itu apa anak itu yang bernama suzuki?" yamada berbisik

Laki-laki memakai kacamata dengan model rambut harajuku memasuki kelas mereka dan semua anak berbisik "nama saya suzuki ainosuke pindahan dari nagasaki, yoroshiku"

Yamada mengehela nafas frustasi dan kecewa bukan anak tadi yang masuk ke kelasnya

"Dan ada seorang anak baru lagi, silahkan masuk chinen-kun.."

"Chinen? Anak yang tadi?" Jantung yamada berdegup sangat kencang dengan harapan yang benar-benar jatuh pada orang yang bernama chinen ini

Anak baru bernama chinen itu mulai memasuki kelas.

Tsuzuku....

ラベル: ,


Written @ 1:11


2011年4月15日金曜日


Tittle: Chrristmas gift (YamaChii but YuriSuke sequel)
Genre: romance, smut
Rating: NC-17 (padahal saya umurnya baru… yah, segitulah -,-V)
Summary: chinen ngasih kado natal yang kedua buat yama.. yang yama minta (?)
A/N: gomen kalo fanfic nya gini.. soalnya ak minta bantuin nee-chan ak bikinnya, nee-chan ak udh 18 thn siih.. u,u

“huft.. dingin…” chinen sesekali menggosok telapak tangannya dan meniupnya untuk menghangatkan diri. Yamada dan chinen baru saja pulang dari kencannya di malam natal

“ne? sedingin itu ya??”

“matta.. matta.. dingin banget..” chinen menggosok kedua lengannya bersamaan, karbondioksida yang dikeluarkan chinen terlihat sepert kepulan asap putih

Yamada mengambil tangan sebelah kiri chinen menggenggamnya dan memasukan kedalam kantong jaketnya

“yama-chan??” muka chinen memerah karena perlakuan yamada

“kenapa?” yamada tersenyum “kantong jaket chii cuma satu kan? Itu suma ada di sebelah kanan, jadi tangan kirimu aku yang hangatkan” yamada mempererat genggamannya. Chinen hanya bisa mengangguk dengan muka merahnya

“ne.. ayo, kita harus cepet pulang, kayaknya besok turun salju”

“tadaima..” yamada dan chinen berkata bersamaan saat memasuki kamar mereka

“aaah, di sini hangat..” chinen tertawa sambil bergulingan di tempat tidur yamada

“hei, itu kasurku..” yamada menghampiri chinen dan duduk di pinggiran tempat tidurnya

“iyap! Aku tahu.. kasur yama-chan lebih hangat, karena kasurku dekat dengan jendela” sekarang chinen bermain dengan guling yamada, memeluknya dan mencium aroma yamada yang tertinggal di situ “hmm.. aku suka bau yama-chan” chinen tertawa lalu duduk di samping yamada dan mengendus aromanya lagi seperti anjing kecil “aromamu seperti strawberry” chinen tersenyum dan menutup matanya

Chinen merasakan sesuatu yang hangat di bibirnya, chinen tahu kalau yamada sedang menciumnya saat itu. Chinen membalas ciuman yamada membuat yamada ingin melakukan sesuatu yang lebih terhadap tubuh chinen yang ada di depannya saat itu, yamada sedikit menarik dagu chinen membuat mulut yang lebih muda itu terbuka sedikit. Yamada mendorong masuk lidahnya dan menjelajahi setiap inci dalam mulut chinen, chinen bingung tapi juga merasa nyaman ini adalah pertama kali baginya melakukan ciuman nakal seperti ini bersama yamada. Sejak resmi menjadi pasangan 3 bulan lalu, mereka belum melakukan sesuatu lebih dari sekedar ciuman biasa

Yamada meninggalkan mulut chinen dan turun ke leher, mengecupnya dan menjilatnya

“ngh.. ya-yama-chan..” chinen mengerang karena perlakuan yamada. Yamada beralih ke tengkuk chinen, menciumnya, menjilatnya dan bernafas di dalamnya mengigit nakal dau telinga chinen “aah.. yama-chan..” rintihan chinen terdengar merdu di telinga yamada. Tangan yamada bergerak sendiri ke dada chinen, merabanya dan masuk melalui selah kancing kemeja chinen membuat chinen terkejut. Yamada terus memasukan tangannya kedalam kemeja chinen tanpa berhenti mencium chinen lapar

Tanagan yamada masuk ke kemeja chinen, chinen yang tidak mengenakan kaos dalam saat itu membuat yamada tambah bersemangat untuk merabanya, tangan yamada sampai di puting chinen dan mencubitnya pelan. Chinen reflek menggeggam tangan yamada dan menghentikannya “ya-yama-chan??” chinen bertanya dengan wajah merah. yamada kaget dan sedikit membantingkan tubuhnya kebelakang, menjauh beberapa inci dari chinen dan berhenti melakukan aktifitasnya

“go-gomenne chii! Gomenne!! A-aku sudah kelewatan.. gomen!” yamada menunduk, pikirannya kacau dan berfikir chinen pasti akan membencinya setelah ini

“… daijobu… lakukan saja apa yang yama-chan mau lakukan sama aku”

“eh?” yamada mengangkat kepalanya dan melihat chinen tertunduk malu “ap-apa chii??”

“anggap saja ini hadiah natal dariku.. um, yang kedua”

“kamu yakin??”
“un!” chinen mengangguk mantap “aku ingin melakukannya yang pertama dengan yama-chan” muka chinen memerah, lebih merah dari yang tadi

“tapi, kenapa tadi kau menghentikannya?”

“i-itu.. aku.. aku hanya sedikit kaget.. ja..jadi…” chinen mencari alasan dengan susah payah untuk di jelaskan ke yamada

Yamada tersenyum, dia tidak akan melewatkan kesempatan ini. Yamada membuka pakaiannya, membaringkjan chinen di tempat tidur, membuka kemeja chinen dan melemparkannya ke lantai. Yamada kembali mencium chinen lapar lalu beralih ke leher dan memberikan tanda kemerahan di sana, yamada samapai di puting sebelah kiri chinen. Menjilatnya dan menghisapnya kuat membuat chinen mengerang lagi melingkari bulatan coklat di tengahnya, yamada terus menulusuri badan chinen dangan lidahnya dari dada turun ke perut dan turun lagi kebagian yang membuat chinen tercekat. Yamada membuka celana panjang chinen dan membuka pakaian dalamnya juga memperlihatkan kejantanan chinen yang sudah mengeras

Yamada menciumnya menjilatnya dan mulai mengulumnya seperti lollipop “aah.. yama-chan.. ah..” yamada terus mengulum milik chinen dan menghisapnya keras “yama-chan.. a-aku pikir, akan keluar se-seseuatu” chinen berkata terengah-engah

“tidak apa-apa, keluarkan saja” akhirnya chinen menyemprotkan cairannya dan memenuhi mulut yamada, yamada menelannya dengan satu tegukan dan menjilat sisianya di kejantanan chinen dan terus mengulumnya penuh di dalam mulutnya. Hidung yamada mencapai rambut kemaluan chinen dan bernafas di dalamnya “aaahh.. yama-chan..” chinen mengambil rambut yamada dan sedikit menariknya

Yamada kembali bangun dan mencium chinen, membuat chinen dapat merasakan dirinya sendiri

“kulum jari-jariku” chinen melakukan seperti yang yamada minta, mengulum jari-jari yamada dengan penuh semangat. Setelah yamada merasa itu sudah cukup licin yamada menaruh jari-jarinya di depan lubang chinen

“ini akan terasa sedikit sakit, tapi cobalah untuk menahannya” chinen mengangguk dan merasakn jari yamada mulai memasuki lubangnya, jari kedua menyusul chinen masih bias menahan rasa sakitnya sedikit. Dan yamada memasukan jari ketiga “AH! Itai!”

“apa aku harus menariknya keluar chii??”

“tidak, ng.. aku tidak apa-apa kok” chinen memeluk yamada keras

“aku tidak ingin menyakiti ku saat punyaku berada di lubangmu, jadi cobalah untuk menyesuakikan ukurannya ya” chinen mengangguk, yamada mulai menggerakan jari nya perlahan dan mulai sedikit cepat “ngh.. aah.. yama-chan..” chinen mengerang dan tidak lama chinen berklata “baiklah, aku siap”

Yamada mengangguk, yamada membuka celananya dan memperlihatkan kejantanannya yang menegang. Yamada menuntun chinen ke miliknya, menandakan chinen harus melakukan sama seperti yang yamada lakukan. Chinen mulai mengulum milik yamada dan merasakan kenikmatannya, mengulumnya penuh dan menghantamnya sedikit keras menghasilkan bunyi dari mulut chinen “ngh.. iyaa.. seperti itu chii..” yamada memegang kepala chinen yang bergerak maju mundur dan gerakan chinen menjadi lebih cepat di bantu oleh yamada “aah.. bagus..chii.. ngh…” yamada mengeluarkan cairannya, tumpah kedalam mulut chinen dan chinen mengahbiskannya dalam 2 tegukan dan sedikit tertsedak “ah.. oishii na..” chinen menyeka mulutnya yang belepotan karena cairan yamada. Setelah yamada merasa cukup dia mulai mendorong masuk miliknya kedalam lubang chinen

“mph..” chinen mengigit bibir bawahnya menahan rasa sakit, yamada mendesisi saat miliknya mulai memasuki lubang chinen dia menyukai rasa hangat, lembab, dan basah di miliknya

“apakah su-sudah semuanya?” chine terus menahan rasa sakitnya, milik yamada yang besar terus masuk ke dalam lubangnya perlahan

“hampir semuanya, bersabarlah” chinen mengangguk, chinen merenggangkan kakinya lebih lebar agar yamada tidak terlalu kesulitan untuk memasukan miliknya.  Tidak lama milik yamada sepenuhnya berada di dalam lubang chinen. Yamada mulai menggerakannya maju mundur perlahan “aah.. ngh.. lebih cepat yama-chan…” yamada tersenyum dan menggerakan lebih cepat, mengahantam lebih keras dan menggerakan secepat yang ia bisa yamada beberapa kali menghantam sweet spotnya chinen “aaah.. disana.. tepat disana… aaaahh… aah yama-chan.. aah.. aaahh” chinen memeluk yamada erat dan menarik sedikit rambut-rambut coklat yamada “nn.. rasanya enak… hehe” chinen tertawa geli merasakan sensai yang luar biasa dari yamada, chinen menguncikan kakinya di pinggang yamada “aku tahu kau akan menyukainya chii..” yamada mencium chinen tanpa mengehntikan gerakan yang terjadi di bawah. Yamada terus melakukannya “aah.. nnghh.. ya-yama-chan.. aku rasa, akan keluar sesuatu lagi… aaahh..” chnen mulai mencengkram sedikit punggung yamada “ngh.. aku juga chii..” yamada mengatakannya dengan satu mata teertutup. Akhirnya merka saling menyemprotkan satu sama lain, yamada menyemprotkan punyanya di dalam lubang chinen dan chinen menyemprotkan punyanya di perut dan dada yamada.

Yamada berbaring di samping chinen dan menjadikan lengannya untuk bantal kekasihnya

“apakah yama-chan akan melakukannya lagi?” Tanya chinen sambil memainkan rambut yamada

“huum.. iya”

“jangan..”

“eh? Kenapa??”

“yah.. ng.. masih sakit, yaah walaupun rasanya enak.. ne, biar aku yang melakukan seperti yang yama-chan lakukan”

chinen duduk di atas yamasa, diam beberapa detik “aku.. tidak tahu cara melakukanya” chinen tertunduk dengan wajah merah “hanya menggerakannya maju mundur” yamada tersenyum, chinen mengangguk. Chinen mulai memasukan miliknya ke lubang yamada “aahh.. chii..” yamada mengerang “uunnhh..” chinen mendesisi merasakan sesuatu yang baru di kejantanannya, chinen mulai menggerakannya maju mundur dan lebih cepat, lebih cepat “aaahh.. chii.. kau melakukannya dengan ba-baik.. aahh.. aaahh..” chinen tersenyum dan tertawa geli “ rasanya benar-benar menyenangkan melakukannya dengan orang yang kita cintai.. yama-chan.. aahh.. membuatku mengetahui rasanya.. uunnhh” yamada mencium chinen lapar, chinen melakukannya lagi dan lagi

“yama-chan.. aku akan mengeluarkannya lagi.. aah.. kau membuatku mengeluarkannya 3 kali malam ini.. aahh..”

“hahaha.. aku senang melihat wajahmu saat mengeluarkannya.. aahh.. aku juga chii.. aahh..”

Akhirnya, chinen mengeluarkannya didalam lubang yamada dan yamada mengeluarkannya di dada dan perut chinen, keduanya terkulai lemas di tempat tidur

“arigatou yama-chan..” chinen tersenyum

“he? Terimakasih untuk apa? Harusnya aku yang berterimakasih..” yamada memeluk chinen erat dan mencium puncak kepala chinen sayang

“ngomong-ngomong.. yama-chan pernah ngelakuin ini sebelumnya?”

“belum..”

“kenapa yama-chan bias tau carannya??”

“err.. itu.. aku nonton di laptopnya dai-chan..” yamada menggaruk kepalanya bingung

“hee? Yang judulnya re-re-miaw??” chinen kembali antusias ingin tahu

“iya.. chotto, kenapa kamu tau?”

“aku juga pernah di ajak nonoton oleh dai-chan sama ryuu.. tapi aku tidak mengerti apa yang sedang mereka lakukan”

“hmph! Huahahahaha!! Kau polos sekali sih chii!!” yamada mengacak-ngacak rambut chinen dan tertawa geli Karena tingkah pacarnya

“hentikan! Aku memang tidak tahu!” chinen mengembungkan pipinya dan membalikan badan mendai membelakangi yamada

Yamada tersenyum “tapi sekarang kamu sudah benar-benar tau rasanya kan chii sayang..” yamada mencium leher chinen

Chinen tersenyum dan menghadapkan badannya dengan yamada lagi “iyaa.. ini berkat yama-chan” chinen mencium yamada dan tersenyum lebar

Yamada memeluk erat kekasihnya, menjadikan chinen seseorang yang paling berharga di dunia. Sekarang tidak ada yang bias memisahkan mereka, hubungan mereka sudah sangat erat. Tidak bisa di pisahkan

OWARI. Demo…………………..

“chotto! Gak ada kamera kan??”

“hahahaha.. gak ada yama-chan.. gak ada yang tau…”

“fyuh.. syukurlah..” yamada kembali tidur dengan chinen di pelukannya

Sementara itu…

“mereka udah tidur?” yuya bertanya dari bawah

“iya, udah selesai” hikaru yang di tengah menjawab

“hebat juga yama-chan dan chinen bias selama itu.. hiks.. chii.. anak perempuanku yang tercinta, kau sudah dewasa nak.. hiks..” inoo paling atas menambhakan

“jahat! Kenapa aku tidak boleh ikutan!!?” Ryutaro yang bersandar di dinding lorong berteriak protes sambil memainkan DS nya kasar

“kau kan belum cukup umur ryuu!” daiki menjawab

“tapi kau sudah pernah memperlihatkan yang seperti itu padaku!" Ryutaro membalas

“ya, itu kan beda!!” daiki berteriak

“ssssttt!!! Jangan teriak-teriak.. nanti mereka bangun dan kita ketahuan lagi nguping!” hikaru berusaha menengahkan

“ssstt!! Woy! Diem dulu!” yuya mencoba endiamkan teman-temannya

“sssstt!! Jangan berisik!!!!” daiki menambahkan

Yabu datang dan melihat tingkah aneh teman-teman dan kekasihnya yang menempel di pintu kamar yamachii “hoy!! Kalian lagi ngap….”

“SSSSSSTTTTTT!!!!!!!!!!!”

Hontou ni OWARI :D

Written @ 8:00



bibitto
ai ga ai ga zenshin hashitte
dakishimetai yo kimi wo
marugoto ai wo ai wo
zonbun ni douzo
kimi dake ni imasugu
musubareru unmeitte kou iu no
nanka wakarunda
(saa) omoumama egaite iko
(sou) mirai made
aishiteru
 
(nande) fuzakete bakka
(nande) mukuchi na SHY GIRL
(setten) nante nakatta
anohi no bokura
YAY!

itsumo kyuu ni
hanashi wo futtari ACTION
odoroku gao mitakatta
mitetakatta 
ima mo (kirari) omoi (dasuyo)
yuugure futari
kotoba (monaku) yasashii (kaze ni)
fureru youni te wo nigitta
kokoro ga
ai de ai de manpai ni natte
dakishimetai yo kimi wo
mogitate ai wo ai wo zonbunni douzo
kimidake ni mukauyo

te wo tsunagu "ondo" itoshii yo
zettai hanasanai 
(saa) sodatetekou bainishite
(sou) mirai goto
aishiteru

souzou dakejaa
oitsukanai (futari no mirai)
yosoku fukanou!
nozomu tokoro!

"ai"shiteru kara
ai de ai de ippai ni natte

bibitto
ai ga ai ga zenshin hashitte
dakishimetai yo kimi wo
marugoto ai wo ai wo
zonbun ni douzo
kimi dake ni imasugu
musubareru unmeitte kou iu no
nanka wakarunda
(saa) omoumama egaite iko
(sou) mirai made
aishiteru

kokoro ga
ai de ai de manpai ni natte
dakishimetai yo kimi wo
mogitate ai wo ai wo zonbunni douzo
kimidake ni mukauyo

te wo tsunagu "ondo" itoshii yo
zettai hanasanai
(saa) sodatetekou bainishite
(sou) mirai goto
aishiteru

Written @ 4:08


2011年4月13日水曜日


Title : Not YamaChii but YuriSuke
Pairing : Yamachii, DaiRyuu, InooBu
Rating : PG-14
Genre : Romace, Friendship
Summary : jadi.. ceritanya tuh ya.. hng.. baca sendiri aja deh ._.


Chinen Yuri sendiri tidak mengerti mengapa seorang Yamada Ryosuke bisa membuat dadanya sesak dan membuat wajahnya panas. Saat yamada menggenggam tangannya erat, saat yamada tersenyum kepadanya, saat yamada mengusap sayang kepalanya, saat yamada memeluknya erat, saat yamada memarahinya, saat yamada mencubit pipinya gemas, saat yamada ada di dekatnya.
Seperti sekarang ini, chinen berharap yamada cepat melepaskan genggaman tangannya agar chinen dapat kembali bernapas dengan normal. Tapi di sisi lain, chinen merasa nyaman dengan genggaman tangan yamada. Akibat kecerobohannya beberapa saat lalu, yamada jadi menggenggam tangannya seperti ini dan membuatnya sulit untuk memasukan oksigen ke paru-parunya
“tadaima..”
“oh, okaeri yama-chan, chinen” yabu dan inoo yang tengah bersantai di ruang keluarga menyambut kedatangan dua member hey say jump yang baru pulang dari sekolah mereka
“ne, yama-chan.. aku lapar” chinen menaruh tasnya di sofa dan berjalan ke dapur
“aku juga!” yuto turun  dari tangga sambil membawa majalahnya
“aku juga, dan kau inoo??” yabu menyenderkan badannya di sofa sambil menatap kekasihnya yang duduk di sampingnya
“yah, aku juga ingin sesuatu untuk diamakan..”
Yabu mengangguk mengerti dan mengalihkan pandangannya kearah yamada dan tersenyum lebar kepadanya “yama-chan…” jurus tatapan pupy doggy eyes!
“ck, baiklah.. ramen untuk 5 orang..” yamada menghela napas, membuka tas dan jasnya lalu menyuysul chinen ke dapur, membuat ramen untuk 5 orang di bantu oleh chinen yang kikuk dalam soal memasak
Rumah JUMP. Asrama yang berfasilitas lengkap. 6 kamar tidur (termasuk kamar tamu), dapur, ruang keluarga, ruang latihan dance, ruang band, 6 kamar mandi, kolam renang, halaman yang luas, lapangan basket. Asrama berlantai 2 itu diberikan oleh Johnny’s-sama untuk grup kesayangannya di JE, dengan alasan keamanan mereka tinggal di asrama dan  bisa mngunjungi orang tuanya kapan saja

“aku atau kau duluan yang mandi?” yamada menaruh tasnya di meja belajar dan menaruh jasnya di lemari
“aku saja, yama-chan mandinya lama” chinen mengambil handuknya dan berjalan ke kamar mandi

-----
Data pembagian kamar :
Yamada dan yuto
Chinen dan keito
Ryutaro dan daiki
Yabu dan inoo
Hikaru dan yuya
“tunggu, kenapa aku sama yuto?” yamada menaruh kertasnya di atas meja ruang keluarga
“loh, tapi kau kan sahabatnya” yabu melipat tangannya di depan dada “lagipula kau sudah lama bersama yuto, jadi apakah ada masalah?” yuto yang mndengarkan omongan yabu hanya diam
“um.. yah, memang.. ta-tapi, kenapa harus yuto?” yamada menggaruk kepalanya sendiri karena bingung dengan tindakannya yang aneh di depan semua member hey say jump saat itu
“lalu? Kau ingin sekamar dengan siapa?” yabu memandangi member hey say jump satu persatu dan berhenti di chinen yang sedang membaca kertas pembagian kamar dengan tatapan kosong tanpa ekspresi, yabu tersenyum.
“aku.. ingin sekamar dengan chinen saja” yamada menunjuk chinen dengan dengan ekspresi sedikit malu
“eh? Aku? Kenapa?” chinen menunjuk dirinya sendiri dan bingung karena yamada memilihnya untuk jadi teman sekamarnya
“yah, karena kau cocok untuk menjadi teman sekamarku”
Chinen hanya bisa diam menyembunyikan rasa bahagia yang muncul secara aneh di dalam hatinya saat itu
“saa.. baiklah kalau gitu, yamada dan chinen sekamar, lalu yuto dan keito” yabu tersenyum, mencoret daftar pembagian kamar dan memperbaikinya

yamada dan yuto chinen
chinen dan  yuto  dan keito
-----


“ne, dai-chan.. kau sedang apa??” Tanya Ryutaro yang berjalan mengikuti daiki dari belakang. Membuka setiap kamar member hey say jump tanpa mengetuknya lebih dulu. Bukankah itu kurang sopan? Inner Ryutaro bergumam sedikit
“ah.. aku hanya ingin membuat dokumentasi tentang asrama kita saja..” daiki sampai ke kamar yamada dan chinen  di ujung lorong lantai dua “woah.. kamara yamachii yang terbaik! Bersih, harum dan nyaman! Bahkan jendelanya bisa melihat kolam renang dan seluruh halaman belakang” daiki menutup pintunya dan menjelajahi kamar yamada dan chinen
“hei, ini tidak sopan dai-chan.. yamada-kun dan chinen sedang sekolah.. kita tidak bisa masuk kekamarnya tanpa izin seperti ini..”
Daiki meletakan kameramya di ujung meja dan dapat merekam sebagian kamar “ryuu.. kesini” daiki menyuruh Ryutaro untuk ikut duduk bersamanya di tempat tidur chinen
“ck! Itu tidak sopan..” Ryutaro mengahampiri daiki dan duduk di sebelahnya “sekarang apa?” tanyanya sedikit kesal karena daiki mengabaikan ucapannya
“ayo.. lihat ke kamera.” Daiki tersenyum dan Ryutaro menuruti kata-kata daiki. Dia melambai dan tersenyum ke arah kamera video, daiki yang melihatnya tersyum. Menyenderkan kepalanya di bahu Ryutaro
“eh? Da-dai-chan! Kenapa??” Tanya Ryutaro panik menyadari kepala daiki tersender di bahunya
“sstt.. diamlah untuk beberapa saat, aku ingin seperti ini..”  daiki memejamkan matanya
Ryutaro hanya bisa diam mematung ditempatnya, jantungnya berdetak kencang seperti peringatan bom. Tapi dia merasa nyaman dengan tidakan daiki, Ryutaro ikut memejamkan matanya dan menyenderkan kepalanya di kepala daiki
Setelah beberapa lama mereka tetap seperti itu mereka menyadari seseorang melengking penuh dengan suara keras, yuya “TADAIMA!! MINNA! AKU BAWA BANYAK CAKE!!!”
“waa! Suara yuya keras sekali, hahahaha.. ayo ryuu, kita turun” daiki menarik tangan Ryutaro dan berlari meninggalkan kamar yamada dan chinen
“aaah.. aku kenyang! Sepertinya terlalu banyak makan cake..” daiki menepuk-nepuk perutnya dan berjalan ke kamarnya bersama Ryutaro dan tiba-tiba langkahnya berhenti membuat Ryutaro mengikuti tindakan daiki “tunggu, apa yang aku lupakan?”
“hum… ah! Kamera videomu!”
“iya! Ah.. besok saja aku mengambilnya, aku ngantuk”
“ck…”

Malam ini hujan besar, menyebabkan Guntur seperti orkesta yang dimainkan para iblis diluar sana untuk membuat orang yang takut dengan suaranya menjadi ketakutan dan susah untuk tidur, seperti chinen
Yamada membuka matanya karena mendengar sedikit isakan dari tempat tidur di sebelahnya, dia tahu chinen benci Guntur. Yamada melihat punggung chinen gemetar saat suara Guntur itu meledak ditelinganya melihat chinen bersusah payah menutup telinganya dengan tangannya, yamada tersenyum lalu bangun dari tempat tidurnya mendekati tempat tidur chinen
“chii.. daijobu desuka?” yamada duduk di pinggir tempat duduk chinen dan menyentuh punggung chinen yang masih gemetaran
“ya..yama-chan, aku benci Guntur!”
“maa.. aku akan menemanimu malam ini chii, sekarang geser” yamada mulai berbaring di samping chinen
“hontou!? Arigatou ne yama-chan!” chinen sangat senang karena malam ini yamada menemaninya, tapi chinen mulai merasakan perasaan itu lagi. Dadanya  mulai tercekat, jantungnya semakin cepat dan wajahnya memanas. Dia dapat mendengarkan detak jantungnya sendiri yang sangat cepat, berharap yamada yang tepat di depannya saat itu tidak mendengar detak jantungnya
Guntur kembali meledak, chinen spontan menutup telinganya dengan tangannya. Yamada yang melihat kejadian itu langsung memeluk chinen, membuat chinen panik di dalam pelukannya
“ya..yama-chan nande??” jantung chinen meledak lebih keras daripada Guntur yang tadi, dan berfikir yamada juga dapat mendengarnya. Wajahnya memanas dan semakin susah untuk bernapas
“kalau aku memelukmu kayak ini, kau gak akan mendengar Guntur itu terlalu keras” yamada mempererat pelukannya, membuat chinen melayang
“……………. Yama-chan” chinen memanggil taku-takut nama itu
“hum? Nande?”
“aku suka ngerasa aneh”
“maksudmu?”
“yah, kalau aku dekat yama-chan aku merasa sesak dan wajahku memanas, jantungku berdetak lebih cepat. Seperti sekarang, aku sulit untuk bernapas, dan merasakan wajahku memanas. Kalau kau menggengam tanganku, mencubitku, mengusap kepalaku, bahkan menatapku aku akan merasakan perasaan seperti ini. Apa aku mempunyai penyakit?” chinen mendongak untuk melihat wajah yamada, chinen terkejut saat medapatkanb wajah yamada memerah dan tidak lama yamada tertawa
“chii.. apa kau suka senyumku?” yamada tersenyum geli dan berusaha menahan tawanya
“iya, suka sekali” jawab chii polos dengan muka innocent nya
“kau suka suaraku? Kau suka kalau aku didekatmu? Kau benci kalau aku jauh darimu? Kau kesal kalau aku dekat dengan orang lain?”
“ya, ya, ya, dan ya”
“kalau begitu itu gejala” jawab yamada dengan muka serius dan kemudian tertawa, membuat pipi gembulnya membuat daya tarik bagi chinen
“gejala!? Aku sakit ap..” ucapan chinen terpotong karena yamada menempelkan bibirnya di bibir chinen, dengan lembut yamada mengecup bibir chinen yang merah lalu memejamkan matanya. Chinen mematung, nyawanya entah berada dimana sekarang menyadari yamada sedang menciumnya. Ciuman pertama. Tapi chinen tidak melakukan sesuatu untuk merusak ciuman itu, ia hanya membiarkan waktu berjalan dengan sendirinya
Yamada melepaskan ciumannya lalu tersenyum pada chinen yang tercengang di hadapannya “itu bukan gejala penyakit chii..” dan melanjutkan “itu gejala kau mencintaiku” yamada tersenyum bahagia saat mengatakan kata-kata itu
“be..benarkah? tapi bagaimana bisa? Kita kan…” chinen hampir tidak percaya dengan kata-kata yamada barusan
“cinta memang seperti itu chii.. gak bisa ditebak” yamada mengelus kepala chinen deengan lembut membuat chinen tersipu dihadapannya  “apakah kau juga mencintaiku yama-chan?” chinen bertanya dengan harapan yang sangat besar
“tentu saja!” chinen mendongak dan tersenyum lebar. Yamada melanjutkan “kau bisa mendengarnya di sini” yamada memeluk chinen, membiarkan chinen mendengarkan suara detak jantungnya yang tidak kalah cepat dengan punya chinen. Suara detak jantung yamada bagai musik cinta yang terlantun di telinganya saat itu. Membuat dunia membisu dan hanya dapat mendengarkan yamada seorang. Chinen tersyenyum bahagia di pelukan kekasihnya malam itu menjadi sebuah sejarah, yang tidak terlupakan

Hari ini hari minggu, semua member hey say jump ada di asrama

Daiki masuk ke kamar yamada dan chinen saat mereka sedang keluar membeli bahan-bahan untuk sarapan “astaga.. ternyata kamera video ini terus merekam semalaman, utung gak lowbat” daikit mengambil kembali kameranya lalu membawanya ke ruang keluarga
“tadaima..” yamada dan chinen pulang dengan dua kantung pelastik besar di genggaman yamada
“oh, okaeri” kata daiki sambil menuruni tangga dan mengutak atik kameranya
“eh? Apa itu?” Tanya chinen mendekati daiki yang sedang memegang kamera
“kamera”
“hoaamm… ohayou minna…” yuya menuruni tangga dengan setengah nyawanya di susul dengan inoo, yabu, hika yang baru bangun dari tidurnya
“tadaima!” Ryutaro berseru kencang saat memasuki asrama bersama keito
“hum? Darimana?” Tanya yuto yang baru keluar dari kamar mandi
“jogging bersama ryuu” keito menjawab
“saa, minna.. ambil sarapan kalian” yamada membuka celemeknya dan membawa dua piring omlet yang akan diberika satu pada chinen.
“sarapannya omlet? Asik!” hika berlari kedapur disusul dengan member lain
“eh? Semua member kumpul ya?” kata daiki melihat ruang keluarga penuh dengan member hey say jump dan omlet di piring yang mereka bawa masing-masing “minna, gimana kalo kita nonton ini?” kata daiki mengangkat kameranya
“apa itu?” Tanya keito
“video yang aku rekam, dokumentasi asrama kita” daiki menyambungkan kameranya ke tv layar besar dihadapn mereka semua. Awalnya hanya rekaman halaman belakang asrama mereka dan kolam renangnya, sesekali daiki merekam dirinya sendiri dan bicara ngawur. Lalu berlanjut kekamar para member jump
“hei! Kau memasuki kamarku tanpa izin!” kata yuya sambil menunjuk daiki dengan sumpitnya
“ehehehe…” daki hanya bisa tertawa mendengar protes temannya
Lalu saat adegan daiki dan Ryutaro saling menyenderkan kepala mereka semua member jump tertawa menggoda kedua pasangan itu, daiki hanya tertawa seperti yang lain dan Ryutaro menundukan kepalanya malu.
“eh? Ini? Kenapa kameranya terus berada dikamarku?” Tanya yamada saat feeling byang tidak enak datang padanya
“um, kameranya tertinggal dikamar kalian tadi pagi baru ku ambil”
“chotto! Apa ini merekam semalaman?” yamada bangkit dari senderan tubuhnya di sofa. Chinen kehilangan kata-kata
“iya, ada apa?” Tanya daiki curiga
“ya..yabaii!!!! matikan!! Matikan!! Jangan lihat!” yamada berlari kearah daiki yang memegang remote tv. Daiki yang melihat respon yamada seperti itu justru semakin penasarn “yuya! Tahan dia!” daiki berlari menjauh dari yamada  dan mempercepat tayangan video rekaman itu dan berhenti tepat saat yamada menghampiri chinen ke tempat tidurnya
“woooaa! Apa ini!!?” Tanya daiki menggoda yama yang tidak berdaya di tahan seperti pencuri oleh yuya
“yabaii!! Jangan lihat! Matikan!!!” yamada terus berteriak, tapi kemudian justru membisu melihatnya dirinya di layar tv
Semua hening, membisu menyaksikan video yang masih berjalan di tv. Menyaksikan yamada dan chinen berbicara soal cinta samapai mereka berciuman lalu berpelukan dan tidur dalam pelukan, semua nya hening bingung apa yang harus dikatakan. Mereka menatap yamada dan chinen yang menunduk dengan wajah merah semerah tomat, yamada pasrah dan chinen tidak percaya kalau semuanya menyaksikan kejadian semalam
“jadi… kalian sudah menjadi sepasang kekasih??” Tanya yabu memecah keheningan
“i-iya..” yamada dan chinen menjawab berasaman dan menunduk lagi
“kenapa kau tidak memberitahu kami!!!??? Kau kira kau bisa menyembunyikan nya dari kami semua!? Oo tidak bisa!” yuto berteriak dan membuat semua member hey say jump tertawa saat itu
Yamada dan chinen ikut tertawa, hati mereka lega kalau semua member hey say jump sudah tahu tentang hubungan mereka. Yamada duduk di samping chinen, mengeggam tangan chinen erat dan berbisik kepadanya “yuri, aishiteru”
Mata chinen melebar dan pipinya merah lalu ia juga mendekatkan bibirnya ke telinga yamada dan membalas bisikan yamada yang tadi yamada katakana padanya “ryosuke, aishiteru mo”
“wah, asik ya yang bisik-bisik” hikaru melirik yamada dan chinen yang tertawa karena menyadari orang yang hikaru bicarakan tadi adalah mereka
“jadi.. selama ini kalian bukan sebagai yamachii, tapi yurisuke?” daiki kembaili duduk di sofa
“maksudnya?” yamada bertanya pada daiki dengan tatapan bingung
“maksudku, yamachii adalah pairing yang paling di sukai fans hey say jump. Jadi kupikir kalian bemesraan dan dekat satu sama lain karena alasan fans servic, tapi sekarang aku mengerti, kalian melakukannya karena kalian memang saling menyukai kan?”
Yamada tertawa “dai-chan! Kau pikir semua itu hanya akting? Apakah kau melihat aku dan chinen renggang di belakang kamera?”
“um.. tidak”
“kalau begitu mengertilah, kalau kami melakukannya memang bukan hanya sekedar fanservis saja.. tapi juga tulus dari hati kami” yamada mengangkat tangan chinen ke atas pahanya dan menggengamnya lalu tersenyum lebar pada chinen
“begitu…” daiki mengangguk mengerti
“jadi, tepatnya kalian bukan YamaChii, jadi YuriSuke?” inoo menambahkan
“yup! Karena kami saling mencintai.. bukan YamaChii tapi Yurisuke”
Semua member tertawa kecil menyadari pasangan baru terbentuk diantara mereka. Tidak terkecuali chinen dan yamada, mereka tertawa bersama dengan genggaman tangan yang masih terhubung diantara mereka yang mereka yakini, genggaman tangan itu tidak akan lepas sampai musim gugur, semi, dingin, panas dan hari-hari berikutnya. Tidak akan pernah mereka lepaskan

ラベル: , , ,


Written @ 8:47


2011年4月9日土曜日

YamaChii daisuki dayo...><
ne, yang namanya pairing yamachii tuh mesra bgt yah.. 
coba, berapa kali chinen nyoba mau nyium yama? 
1.

2.
3.
4.
5.
yang terakhir, chinen bener-bener ngelakuinnya... 

see? mereka so sweet banget kan...
dan berapa kali aja mereka pelukan?
1.
2.
3.
4.
5.
6.
 7.
8.
 9.
 10.

makin kebuti aja kan kalo mereka itu emang mesra..u,u

ラベル: , ,


Written @ 23:42



Saturday, 09 April 2010

Kaasan sakit,sebenernya dari tadi malem tapi sy baru sempet ke RS tempat kaasan di rawat hari ini. RS Urip Sumoharjo, BandarLampung. Kaasan sakit apa sy jga gak tau, tapi katanya kaasan kencing darah n gak berenti sampe pagi ini. Pas sy sampe RS sy gak betah, sy emang gak suka bau RS bau obat, orang sakit n segala macem tapi mau gimana lagi kaasan sakit sy hrs jenguk lah!. Ngomong2 toosan lagi di luar kota di Semarang, lagi sekolah polisi naah sy juga gak terlalu ngerti toosan ngapain tapi dy di sana 10 hari n in baru berlngsung 6 hari. Pas sy sampe di ruang rawat kasaan bau RS makin menjadi-jadi bikin gak enak, kaasan lagi tidur dy di inpus. Sy takut ngeliat semua it, kaasan kyk gitu bikin sy merinding kaasan org yg kuat. Demo.. Kaasan it gak bisa minum obat, jadi kalo mau apa-apa harus di suntik, inpus n segala macem asal jangan sampe minum obat aja makannya kaasan jarang sakit. Ne, kaasan.. Cepet sembuh ya! Jangan susah minum obat!

Written @ 1:39


2011年4月5日火曜日

gak tau mau ngomong apa ._.
jaa (?)

Written @ 23:21



OH YEAH BECAUSE THERE IS YOU
OH YEAH BECAUSE THERE IS YOU
OH YEAH BECAUSE THERE IS YOU

tooi sora wo isogu yo ni shizumi hajimeta yuuhi ga
sukoshi dake tomatte awai iro no yume wo miseru yo
hitori dewa kagayakenai kizutsuku koto mo dekinai
wakachi au itoshisa wo taisetsuni omou

naze koko ni naze kimi to iru no darou?
naze koko de naze kimo to warau no daoru?
itsumade mo itsumade mo koushite itai yo

OH YEAH

BON BON BO BON BON mune odoru kono shunkan ni
hibiku koe ga bokura wo tsutsunde iku
BON BON BO BON BON kono te ni tsutau kodou
atatakainda shinjirarenai hodo ni

BECAUSE THERE IS YOU
OH YEAH, BECAUSE THERE IS YOU

soba de ibuku yora wa kaki kaze no youna ne iro tachi
mayoi nara yureru nara kono mimi wo sumashite mi you
shitteru yo kimi ga suki dakara kousou kimi to itai
itagaeru yasashisa ga soko ni aru kara

naze koko ni naze boku wa iru no darou
naze koko de naze boku wa ikiru no darou
kamawanai kamawanai kotae ga naku temo

OH YEAH

BON BON BO BON BON hari sagasou namure ni wa
akumeru hodo bokura wo atsu wo tsumete
BON BON BO BON BON kasanari dashita haato wo
tomori utaou kage gaie no nai toki wo

isshuu saki mo wakaranai inda
nani ga okitte mo en jya nai kedo
kanau kibou ya kienu omoi wo setsuni ne gatteru

OH YEAH

BON BON BO BON BON mune odoru kono shunkan ni
hibiku koe ga bokura wo tsutsunde iku
BON BON BO BON BON kono te ni tsutau kodou
atatakainda shinjirarenai hodo ni
OH YEAH

BON BON BO BON BON hari sagasou namure ni wa
akumeru hodo bokura wo atsu wo tsumete
BON BON BO BON BON kasanari dashita haato wo
tomori utaou kage gaie no nai toki wo

BECAUSE THERE IS YOU
OH YEAH, BECAUSE THERE IS YOU
OH YEAH, BECAUSE THERE IS YOU

Written @ 22:18





Site-mistress
Dean
97lines
Indonesia
love everything about japan and start to love about korea
My Loves
Hey! Say! JUMP
NYC
U-Kiss
Shinee
YamaChii
Follow Blog
Follow? Klik Sini :)

Profile user
Friends
♥ Tika ♥
♥ Poconggg ♥
Visitors

Counter
Power Edge Server

Melodies

Paste music code here.
Get your music code at
imeem or iwebmusic
The Memories
4月 2011
5月 2011
6月 2011
7月 2011
8月 2011
3月 2012
6月 2012
Many Thanks
Designer: %BLUE.pink-
Basecodes: %MOOOx-LOVE
Inspirations: x-taintedlove
Materials: Lovecandied
Others: Blogskins, Photobucket
Skin layout edited with Paint program