Tittle: I want brother
Pairing: yamachii
Genre: romance, angst
Rating: PG
Summary: beri aku seorang adik, agar kalian tidak kesepian
A/N: ceritanya disini chinen cewek yaa ._.V
"Yuri!"
"Yabaii"
"Yurii!"
"Yabaiii!!"
"Kenapa kau lari!?" Tanya yamada dalam nafas yang tidak beraturan
"Karena kau mengejarku!" Teriak chinen masih terus berlari
"Aku hanya ingin mengatakan sesuatu! Jangan lari!" Yamada masih berlari di belakang chinen
"Katakan saja! Jangan mengejarku!"
"Aku tidak mengejarmu!"
"Lalu kenapa kau berlari!?"
"Karena kau berlari!"
Yamada menambah kecepatannya dan menangkap chinen dari belakang
"Yabai! Yamada-kun! Jangan makan aku!!!"
"Eh?"
"Aku kurus, sumpah" kata chinen sambil memejamkan erat matanya
"Hoy, aku gak pernah makan orang" yamada memutar tubuh chinen menjadi berhadapan dengannya "yuri"
"Aku gak enak.. Dagingngku sediki.."
"Urusai! Aku gak akan memakanmu!" Sela yamada "tapi.. Suatu hari aku akan memakanmu" yamada tersenyum
"Pergilah setan.. Jangan dekati aku, jangan rasuki tubuh yamada-kun.. %@/*?!#+(?±" dan chinen terus mengatakan sesuatu yang tidak jelas
"Sst! Aku hanya ingin menyatakan sesuatu"
"Apaan?"
"Aishiteru"
Chinen mengerjapkan matanya berusaha mengembalikan nyawanya "boho..."
Yamada mencium bibir chinen dan membuat chinen terdiam "ne? Kau.. Mau menemaniku?" Tanya yamada
Chinen terdiam lalu mengangguk dengan wajah merahnya
Yamada tersenyum gembira lalu memeluk chinen dan mencium pasangannya sekali lagi
10 tahun kemudian
"Tadaima.."
"Okaeri ryo" chinen tersenyum dan menutup buku cerita yang di pegangnya
Yamada tersenyum dan mendekati chinen mencium istrinya lalu mencium anaknya yang tengah bersandar lemah di ranjang rumah sakit "kau makan banyak hari ini?" Tanya yamada
Oguri menggeleng "aku tidak suka makanan rumah sakit.." Jelasnya
"Kau harus banyak makan dan rajin minum obat ogu-chan" chinen tersenyum dan mengelus tangan anaknya
Flash back
--3 tahun lalu--
"Yamada oguri, saya nyatakan menderita kanker otak" jelas dokter di ruangannya
Chinen menangis mendengar pernyataan dokter yang tadi ia dengar, yamada merangkul istrinya mencoba menenangkannya sejenak untuk mendengarkan penjelasan dokter lebih lanjut
"Otaknya mengalami pertumbuhan yang tidak wajar, membuat luka kecil yang ada di dalamnya terkena bakteri ganas. Kami tidak bisa mengoprasinya karena syarafnya terhubung dengan seluruh anggota badan"
Yamada mengangguk lemas dan menyadari chinen sedikit bangun dari pelukannya "berapa lama, dia bisa bertahan?" Chinen bertanya dengan air mata yang terus mengalir dari matanya
"Cepat, atau lambat. Kami tidak bisa memastikannya"
Chinen dan yamada memasuki kamar rawat anaknya dan menyembunyikan rasa sedihnya
"Kaasan, toosan.. Aku kenapa?" Tanya oguri
Chinen tersenyum "kau baik-baik saja ogu-chan" chinen mengelus kepala anaknya dan mendapati sedikit rambut rontok ditangannya, chinen kembali manangis dan yamada memeluknya
"Kaasan? Kenapa kaasan menangis? Kaasan?"
Yamada tersenyum "ogu-chan, toosan akan carikan minum untukmu. Tunggu disini ya"
Oguri menangguk
Yamada membawa chinen keluar ruangan dan mengajaknya keatap rumah sakit "yuri.."
"Ryo, kenapa ini harus terjadi dengan anak kita?" Chinen menangis
Yamada terdiam
"Oguri baru 8 tahun, kenapa jadi seperti ini!?" Chinen berteriak sambil menangis
Yamada memeluk istrinya dan merasakan air mata menetes di pipinya, yamada menyeka air matanya "oguri, akan baik-baik saja yuri.."
End flashback
"Toosan, apa aku baik-baik saja?" oguri menggambar dengan crayon birunya, menggambar imajinasinya
"Kau baik-baik saja asal kau banyak makan dan minum obat" yamada membenarkan tutup kepala oguri yang sedikit miring
"Toosan, boleh aku minta sesuatu?" Tanya oguri kepada ayahnya
"Apa itu?"
"Aku ingin bertemu santa"
Yamada dan chinen terdiam, lalu tersenyum
Beberapa hari kemudian
"Hohohohohoho!!!! Santa disini!! Hohohoho!" Daiki teman dekat yamada yang dimintai tolong oleh yamada untuk menjadi santa memasuki ruang rawat oguri lengkap dengan kostum dan hadiahnya. Membuat oguri tersenyum gembira
"Santaaaaa!!!" Oguri berseru gembira
"Hohoho, oguri-chan.. Kau harus sembuh yaa.. Dan ini.. Ada hadiah untukmu hohoho" daiki memberikan kotak yang di bungkus dengan kertas kado cantik
Yamada dan chinen tersenyum melihat putrinya gembira karena santa
"Nah, oguri-chan.. Karena aku santa, kau boleh minta apaaa saja. Dan aku akan mengabulkannya hohohohoho" ucap daiki dengan gaya santanya
Oguri menyuruh santa mendekat, dan daiki mendekat. Oguri memberikan secarik kertas dari balik buku gambar yang sedang ia pegang
Daiki membaca tulisannya dan melihat oguri dengan tatapan tidak percaya
Oguri tersenyum dan mengangguk
Beberapa hari kemudian.
Chinen merapihkan ranjang oguri di kamar rawatnya, mengelus selimut dan bantal yang biasa oguri kenakan. Tempat tidur itu sekarang kosong dan chinen kembali menangis
Yamada mendekati chinen dan menyeka air mata chinen "jangan menangis lagi yuri.."
Chinen melihat yamada dan memeluknya dengan erat air matanya bertambah deras mengalir dari mata chinen
Flashback
"Kaasan.."
"Sst.. Jangan bicara dulu.." Kata chinen sambil memegang tangan anaknya
"Toosan.." Suara oguri makin terdengar tidak jelas
"Ya?" Tanya yamada sedih
"Kalau aku sudah tidak ada nanti.." Suara oguri terdengar serak, air mata di pelupuk matanya
"Jangan katakan itu ogu-chan!" Chinen menggeleng dan air mata jatuh dari pipinya
"Jangan menangis... Kaasan.." Oguri menyeka air mata chinen denga tangannya yang gemetar
Chinen mengenggam tangan oguri, yamada memegang pundak chinen untuk menenangkannya
"Aku.. ingin adik laki-laki.. Agar kalian... Tidak kesepian..." Nafas oguri semakin lemah "kaasan.. Toosan... Aku sayang.. Kalian.."
Chinen menggeleng dan menangis, yamada menahan air mata yang menggenang di pelupuk matanya
"Sayo...nara"
Oguri menutup matanya air mata terakhir jatuh membasahi pipinya, disusul dengan bunyi nyaring yang panjang, garis hijau lurus tergambar dilayar alat pendeteksi jantung di samping oguri
Tangis chinen meledak mendapati putrinya sudah tidak bernyawa, sudah tidak bisa melihatnya tersenyum lagi, sudah tidak bisa mendengarnya memanggil 'kaasan' 'toosan' lagi, sudah tidak bisa bersamanya lagi
Yamada menangis dan memeluk istrinya. Chinen terus menangis di pelukan yamada
End flashback
Yamada merenggangkan pelukannya dan mencium dahi chinen dengan sayang, chinen berhenti menangis dan mengangguk
Chinen melepaskan dirinya dari yamada dan melanjutkan membereskan barang-barang oguri, chinen melihat sebuah buku yang tergeletak di atas meja dengan gambar dirinya, oguri, dan yamada yang digambar dengan crayon oleh oguri di sampul depannya
"Punya oguri?" Tanya yamada di samping chinen
Chinen mengangguk dan duduk di sofa ruangan, di ikuti dengan yamada yang duduk di sebelah chinen. Chinen membuka buku itu dan mulai membacanya, tulisan tangan oguri
16 juli
Toosan dan kaasan membawaku kerumah sakit karena aku tiba-tiba pingsan hari ini. Saat kaasan memasuki ruanganku dia tersenyum, tapi saat membelai kepalaku dia menangis. Aku sedih dan juga bingung apa yang terjadi padaku saat itu
26 september
Hari ini toosan membelikan ku buku gambar dan juga crayonnya, aku sangat senang dengan hadiah yang toosan berikan untukku. Kaasan hari ini terlihat cantik seperti biasa
1 januari
Aku melihat kembang api dari jendela kamar rumah sakitku, kembang api itu sangat indah aku ingin sekali melihatnya dari jarak dekat. Tapi.. Aku tidak bisa bahkan dokter melarangku untuk terlalu banyak berjalan. Aku tidak suka disini
12 april
Hari ini dokter menambahkan jenis obat yang harus ku minum, aku tidak suka obat. Tapi kaasan dan toosan selalu mengingatkanku untuk minum obat agar aku cepat sembuh dan bisa pulang juga sekolah lagi
30 juli
Saat aku sedang menggambar, tiba-tiba dari hidungku keluar darah dan menetes di atas gambar yang sedang ku buat. Aku menangis karena bingung apa yang kurasakan kaasan dan toosan menenangkanku dan mengatakan semuanya baik-baik saja tapi, hatiku masih tetap tidak terasa baik
13 oktober
Rambut panjangku mulai rontok lagi dan hari ini banyak sekali aku tidak mau rambut ini disisir karena takut lebih banyak yang rontok. Aku tidak ingin kehilangan rambutku
21 desember
Rambut panjangku sudah tidak ada dan sekarang aku mengenakan topi rajutan yang kaasan buat, aku sedih kenapa aku harus kehilangan rambur panjangku
6 februari
Lagi-lagi darah keluar dari hidungku dan membuat baju rumah sakit yang ku kenakan terkena darah. Aku merasakan semuanya tidak baik
18 mei
Hari ini kaasan menangis lagi, aku tidak tahu apa yang sedang terjadi. Tapi aku mersakan kalau keberadaanku membuat mereka sedih, toosan mencium kaasan di hadapanku dan membuat kaasan tersenyum lagi. Aku sangat sayang mereka
17 juli
Hari ini kaasan membacakan ku cerita tentang seorang putri yang dikutuk penyihir jahat, dan penyihir itu kalah dengan cinta. Apa penyakitku bisa dikalahkan dengan cinta juga ya?
20 juli
Aku benar-benar tidak percaya apa yang kulihat hari ini! Santa datang ke kamarku dan memberikanku hadiah, dan memperbolehkanku meminta apa saja dan dia akan mengabulkannya. Aku... Sudah memberitahukan keinginanku kepada santa
30 juli
Hari ini tubuhku yang kurus sangat lemah, dokter mengecekku setiap jam dan dokter itu selalu menggeleng jika berhadapan dengan kaasan dan toosan. Aku tidak tahu artinya, tapi.. Mungkin ini hari terakhirku. Aku harap toosan memberikan kaasan adik laki-laki agar mereka tidak kesepian. Terimakasih santa kau sudah mengabulkan permintaanku. Sayonara
Chinen membuka lembaran berikutnya dan secarik kertas jatuh dari dalamnya. Lembaran berikutnya kosong, ya tepat tanggal 30 juli oguri yamada menghembuskan nafas terakhirnya
Chinen menangis melihat tulisan-tulisan putrinya barusan, chinen mengambil secarik kertas di lantai dan membukanya tangis chinen meledak saat membaca tulisan tangan oguri menggunakan crayon merah. Yamada menangis dan memeluk chinen
'Santa.. Aku ingin pergi biar tidak menyusahkan ayah dan ibuku'
1 tahun kemudian
"Ayo yuri! Kamu pasti bisa! Ayo terus!" Yamada menggenggam tangan istrinya keras
Chinen berusaha sekuat tenaga, keringat mengalir deras di wajah dan tubuh chinen
"Ayo ibu, dorong terus" kata dokter
Beberapa saat kemudian
"Selamat ibu, anaknya laki-laki" dokter itu tersenyum dan meletakan bayi dari chinen dan yamada di samping chinen yang tengah berbaring berusaha mengatur nafasnya lagi
Yamada tersenyum "dia mirip dengan ku" kata yamada
Chinen menggeleng "dia lebih mirip dengaku" dan tersenyum
"Jadi kita beri nama siapa?" Tanya yamada
Chinen tersenyum "yukito" yamada tersenyum dan mengangguk
"Ogu-chan, namanya yukito" chinen bicara sambil mengelus-elus pipi putranya
"Kau akan menjadi anak yang hebat yukito yamada" yamada mengelus pipi putranya dan tersenyum lalu mencium istrinya yang cantik sekali lagi
Owari..
Written @
8:12