No right click here.
If you want anything,
just ASK me :)
Thank You!
•Dean's Blog•

2011年7月21日木曜日

Tittle: You are my love
Rating: NC-17
Genre: romance, smut
Summary: 'kau akan meminta lebih...'
A/N: fail-_-
'......' : perkataan dalam hati

Yamada---
Musik berdentum keras di ruangan itu orang-orang menari dengan penuh nafsu melenggakan tubuh mereka kekanan dan kekiri sesuai irama musik, berhimpitan, tersenyum seduktif, mendesah, mabuk, dan bau parfum yang menyengat membuat ruangan semakin panas ini bukan klub atau diskotik. Hanya sebuah pesta.

Yamada Ryosuke, laki-laki itu duduk sendirian di ujung sofa dengan minuman di tangan nya, minuman yang tidak ingin ia minum.

'Cinta itu...'

Memperhatikan seseorang dilantai dansa yang melenggokan tubuhnya sesuai irama musik

'Cinta itu kadang jatuh di tempat yang salah'

Gerakan yang memancing untuk di dekati. Tidak, harus dia yang pertama menyentuhnya

'Ya, aku jatuh cinta'

Laki-laki berambut coklat itu mengikuti kata hatinya dan mendekatinya, menyentuh bahunya dan perlahan merangkulnya dari belakang

'Aku mencintai seorang anak laki-laki'

Menghirup aroma manis di leher dan rambutnya, merangkul pinggangnya dan menariknya lebih dekat

'Seorang anak laki-laki manis bertubuh mungil'

"Yama-chan..." Yang di rangkul itu tersenyum dan menghadapkan tubuhnya ke yamada tersenyum setengah mabuk dan merangkul leher yamada yang kini berhadapan dengannya

"Uun.. Kenapa kau menari seperti itu chii?" Yamada menempatkan dagunya di bahu chinen sesekali mencium lehernya

"Aku hanya ingin menari" dia tertawa, sambil menikmati bibir dan nafas yamada di lehernya

'Tidak, itu membuatku terpancing..'

Mereka menari beriringan, membiarkan tubuh mereka bergerak dengan sendirinya mengikuti dentuman musik yang meredamkan semua suara

"Kau mencintaiku chii?"

"Tentu saja..." Chinen tersenyum dan mengubur wajahnya di bahu yamada

'Ya.. Benar, dia juga mencintaiku'

"Kalau begitu kenapa kita tidak membuat ini semakin jelas?" Yamada menyeringai, masih dengan tangannya di pinggang chinen

'Aku ingin merasakannya...'

"Jangan terburu-buru yama-chan..." Chinen tersenyum

Yamada mengendus aroma rambut chinen sekali lagi "kenapa?" Yamada bertanya dengan suara pelan

"Karena ini hal pertama bagiku" chinen menjawab setengah tertawa

"Tapi kau sudah merasakan milikku ne..." Yamada masih menggoda chinen

'Aku ingin lebih dari yang pernah kita lakukan'

"Aku tahu..." Chinen tersenyum

"Kau menyukainya kan?" Tangan yamada mengusap pinggang chinen berusaha mencari celah antara jeans dan kemejanya

"Un~ sangat besar ne~" chinen tertawa sedikit memerah

"Ini akan menyenangkan chii.." Yamada berbisik dengan penuh nafsu memasukan tangannya ke balik kemeja chinen

"Apa iya?" Chinen tertawa sambil mengubur wajahnya di dada yamada

'Kau akan meminta lebih...'

Yamada tidak menjawab, ia hanya melanjutkan mencium leher chinen. Menciumnya dengan penuh gairah menjilatnya dan menggigitnya pelan, sampai ia mendengar erangan kecil dari yang bertubuh mungil itu.

'Aku ingin mendengar desahanmu...'

Semua orang berhimpitan dan menari, tidak ada yang tahu apa yang dilakukan pasangan itu saat ini

"Akui saja kau menginginkannya chii..." Yamada berbisik dan bernafas di telinga chinen.

Chinen tertawa.

Chinen---
Chinen sudah berbaring di tempat tidur di kamar yamada yang satu gedung apatermen dengannya dan 7 orang lainnya, ia tidak tahu pasti bagaimana ia bisa sampai disini

Yamada mulai menciumnya dengan tidak sabar, memasukan lidahnya kedalam mulut chinen, merasakan semuanya

'Lakukanlah..'

Yamada mulai membuka pakaian mereka, membiarkannya berserakan dilantai dan kembali mencium chinen

'Sepertinya ini menyenangkan'

"A-aaakkhh!" Chinen menjerit saat merasakan milik yamada yang besar di dorong masuk kedalamnya

'Sakit..'

Desahan nafas mereka mulai terdengar, yamada menggerakan miliknya lebih cepat dan mendorongnya lebih keras. Chinen bisa merasakan yamada bergerak didalamnya, sakit, tapi nikmat, kasar. Tidak. Dia melakukannya dengan baik

'Lebih cepat.. Temukan itu...'

Chinen mencengkram dan menarik seprai putih yang dipasangkan di tempat tidur partnernya.

'Bingo'

Chinen mulai mengerang saat merasa yang bergerak di tubuhnya itu menghantam titik itu berkali-kali, membuatnya semakin bernafsu, membuatnya ingin merasakan lebih dari yamada, lebih cepat, lebih keras.

"Aah ngg lebih... Cepat.... Aaah aaah" chinen mendesah setengah berteriak merasakan kenikmatan yang luar biasa dari yamada

Yamada menyeringai, ia menggerakannya lebih cepat, lebih keras, berubah menjadi gerakan kasar yang disukai chinen

Chinen menutup matanya, mencengkram seprai itu kuat-kuat. Pipi nya memerah dan mulutnya terbuka berusaha berteriak tapi tidak bisa, rasa nikmat itu menenggelamkan suaranya

Tubuhnya berkeringat deras, panas, tubuhnya lelah tapi otaknya menginginkan lebih. Chinen perlahan membuka matanya, berusaha mengetahui yamada yang diatasnya

'Lihat wajahmu..'

Chinen memperhatikan wajah yamada, wajah tampan yang sedang bernafsu dan mendesah sesekali mengerang, menikmati dirinya sepenuhnya, merasakan sensasi yang dirasakan chinen

'Kau begitu menikmatinya'

Tubuh chinen menengang, ia menumpahkan cairannya ke dada dan perut yamada.

Yamada melakukan hal yang sama, mengeluarkan cairannya jauh di dalam tubuh chinen tapi ia tidak berhenti. Malah mempercepat gerakannya, membuat cairan itu semakin besar dan menghantam dinding bagian dalam chinen

"Uuuhhh nngghh..." Yamada menikmatinya, ya, sangat menikmatinya ia bisa mendengar chinen meracau tidak karuan karena perbuatannya

Setelah beberapa saat akhirnya gerakan yamada melemah dan berhenti, ia membuka matanya untuk melihat chinen dibawahnya "kau *hah begitu menggoda ne.." Kata yamada dalam nafas yang tidak beraturan

"Ngh?" Chinen perlahan membuka matanya kembali, bertatapan dengan yamada yang melihatnya dengan tatapan mesum "kau.. *hah kenapa milhatku seperti itu?"

"Kau membuatku horny lagi.." Yamada menyeringai, wajah chinen yang memerah, berkeringat, dan masih dalam nafas yang tidak beraturan membuat miliknya mengeras lagi

"Jangan... *hah aku terlalu lelah ne... Kau tidak berhenti menggerakannya..."

'Jadi begini...'

"Baiklah chii.. Aku mengerti" yamada tersenyum dan mencium dahi chinen

'Rasanya berhubungan seks dengan orang yang dicintai'

"Sekarang tarik keluar?" Chinen sedikit mendorong yamada tapi yamada tetap diposisinya, tidak bergerak "yama-chan?"

'Rasanya sangat menyenangkan'

"Biarkan di dalam ne, rasanya begitu baik" yamada tertawa

Chinen memerah dan memukul bahu yamada "mesum!"

"Hahaha hanya denganmu ne chii.. Tidak, yuri... Mulai sekarang panggil aku ryosuke atau ryo-chan oke? Aku akan memanggilmu yuri" yamada tersenyum. Chinen mengangguk

'Lakukanlah lagi di lain waktu......'

Another--
Esok pagi...

"Yama-chan dan chinen belum turun ne?" Kata yuto sambil menarik kursinya

"Belum" jawab yabu

"Dia tidak terlihat sejak pesta tadi malam" kata daiki

"Un, chinen juga" lanjut inoo

"Jangan-jangan mereka....." Sebelum yuya melanjutkan perkataanya yabu melemparnya dengan sumpit "a! Ittai-_-"

"Jangan mesum pagi-pagi begini" kata ryutaro sambil menghela nafas

"Haha bakaki selalu mesum ne" kata hika sambil tertawa

"Coba kau telpon mereka" kata keito ke yuto. Yuto mengangguk

"............ah, yama-chan kau dimana? ............chinen?....HAH!!? Apa maksudmu!?............tunggu..........berhenti....yama-chaaaaaaaan!!!!!!!!..............turunlah sekarang kami sudah mau sarapan...........yama-chan!!!....... Eh? Chii?..........APA!!!?......ha-halo!?...... Diputus"

7 orang disana melihat yuto yang memerah sambil memperhatikan ponsel nya sejak tadi dengan tatapan bingung

"Mereka pasti....." yuya berkata dan yuto mengangguk

"EEEEEHHHHHH!!!!!!!!!!!??????????" Ya, semuanya beteriak terkejut dan yuya tertawa keras

Ditelpon:

"Halo?"
"ah, yama-chan kau dimana?"
"Dikamar"
"chinen?"
"Dibawahku"
"HAH!!? Apa maksudmu!?"
"Dengar ini" yamada tersenyum dan menggerakan miliknya yang masih berada didalam chinen membuat chinen mengerang
"tunggu"
"Dan ini" yamada mempercepat gerakannya, membuat suara chinen semakin terdengar jelas
"berhenti"
"Aaaaaaah... Uuun aaahh" yamada mengeluarkan suaranya dan membuat yuto mendengarnya jelas. Sengaja
"yama-chaaaaaaan!!!!!!!!"
"Hahaha ada apa yuto?"
"turunlah sekarang kami sudah mau sarapan"
"Aaah aku masih menikmati lubang kekasih kecilku ne..."
"yama-chan!!!"
"*hah yutti..."
"Eh? Chii?"
"Cobalah melakukan ini dengan keito, kau akan menyukainya" chinen dan yamada tertawa
"APA!!!?"
Tuuut tuut
"ha-halo!?...... Diputus"

OVER.

ラベル: ,


Written @ 7:57


2011年7月8日金曜日

Title: Too late (2/2)
rating: PG-16
genre: angst, romance
A/N: saya membuat chinen sebagai cewek disini
Summary: semuanya pergi

sebulan..
itu terjadi berulang-ulang kali yamada berusaha membuat kejutan untuk kekasihnya tapi chinen tidak pernah datang, itu membuat yamada berpikir dua kali

yamada melihat chinen tertidur pulas, beruntung chinen bisa pulang. lewat tengah malam tadi
yamada meninggalkan pesan di atas meja dan jalan-jalan keluar untuk mencari udara segar

chinen terbangun dan segera siap-siap untuk pekerjaanya, melihat ke jam 06.30.
"dimana ryo-chan?" chinen menemukan pesan diatas meja

yuri sayang,
aku sangat mencintaimu, sangat sangat mencintaimu. tapi aku lelah yuri, aku berulang-ulang kali gagal karena kau tidak pernah datang dan menepati janji kalau kau akan pulang cepat. aku selalu berfikir untuk apa hubungan ini dilanjutkan lagi, aku tidak marah padamu yuri sungguh aku hanya lelah. kalau kau tidak pulang malam ini, mungkin aku tidak akan ada di sini lagi
ryosuke

chinen bisa memahami perasaan yamada
"aku tidak akan mengecewakanmu malam ini ryo-chan"

19.30

yamada menunggu chinen di meja makan, dia sudah mempersiapkan semuanya berharap chinen datang hari ini

yamada melihat jam di tangannya 20.00 dan chinen belum datang yamada tetap akan menunggunya

telpon berbunyi dan satu pesan masuk. yamada menghela napas frustasi, itu pasti yuri, memberitahu bahwa dia tidak bisa pulang malam ini. seperti biasa.

yamada mengambil jaketnya dan meninggalkan pesan diatas meja lalu pergi meninggalkan apatermen mereka berusaha menenangkan dirinya kalau kenyataan itu terjadi.
bahkan yuri tidak berusaha, hanya satu malam untuk makan malam bersamaku apakah itu terlalu sulit untuknya? maaf yuri, aku lelah.

20.15
chinen memasuki apatermennya dengan perasaan gembira karena bosnya mengijinkannya pulang dan mulai hari ini dia bisa bebas dari kerja kerasnya. ryo-chan akan senang mendengar ini, aku akan selalu bersamanya sekarang

"ryo-chan? ima doko?" chinen mencari keliling apatermennya dan hanya menemukan pesan diatas meja, disamping makan malam yang yamada buat

yuri
maafkan aku yuri, aku tidak bisa menjalani ini lagi. aku lelah, mungkin ini pilihanmu juga. sayonara
ryosuke

chinen menangis dan melemparkan kertas itu kelantai dan duduk putus asa dilantai, buat apa dia hidup selama ini kalau hanya untuki ditinggalin orang-orang yang ia sayang
peratama ayahnya, ia meninggalkan chinen dan ibunya saat chinen kelas 3 sd. lalu kakak laki-lakinya yang meninggalkannya dan memilih ikut dengan ayahnya. ryutaro, sahabat chinen yang meninggalkannya karena salah paham. dan sekarang satu-satunya orang yang ia sayang pergi meninggalkannya
"untuk apa aku hidup?" chinen menangis dan berjalan kekamar mandi

chinen membuka semua pakaiannya, duduk di bathup dan menyalakan shower untuk membasahi tubuhnya dari atas. chinen mengambil pisau cukur yamada dan berusaha memotong nadinya chinen menangis dan menyebut nama yamada untuk terakhir kalinya sebelum ia menutup matanya untuk selamanya

yamada memasuki apatermen mereka karena melupakan dompetnya, ia melihat sepatu chinen disana. yamada berlari mencari chinen kesekeliling apatermen mereka, yamada mendengar shower dari kamar mandi tapi chinen tidak pernah menggunakan shower dari atas kalau dia mandi

yamada membuka pintu kamar mandi berusaha mencari tahu ada apa didalam
"yuri?"
seperti tersambar petir, tubuh yamada kaku dan airmatanya mengalir deras saat melihat tubuh chinen tergeletek tak bernyawa dengan darah mengalir deras dari tangan kirinya
"YURI!!!!" yamada memeluk chinen memohon keajaiban yang tidak mungkin "yuri! buka matamu yuri.. aku disini... aku.. disini yuri!!! buka matamu!!!!!" yamada menangis dan berteriak keras berusaha meminta tolong

yamada berlari keluar kamar mandi dan telpon berbunyi, yamada menngangkatnya dengan suara serak dan dalam keadaan panik berusaha menghentikan air matanya
"maaf, apakah nyonya yuri ada disitu?"
yamada menangis "tidak.. tidak lagi.."
"saya hanya ingin menyampaikan hasil tes"
"tes?"
"tes kehamilan, bahwa nyonya yuri hamil 2 bulan saat ini"
berhenti, jantung yamada berhenti beberapa saat dan yamada menjatuhkan telpon itu kelantai kakinya sudah tidak bisa menopang tubuhnya lagi yamada terjatuh dilantai menangis dan meneriakan nama chinen berulang kali. telpon itu secara otomatis membacakan pesan yang diterima beberapa saat lalu

"ryo-chan, kau disana? ryo-chan.. bosku mengijinkanku pulang cepat hari ini, dan aku akan selalu bersamamu karena aku akan mengambil perkerjaan singkat. maaf karena kesalahanku selama ini ryo-chan, aku akan segera pulang tunggu aku ne..."
yamada menangis dilantai. semua ini salahnya sekarang semuanya pergi, hidupnya, kekasihnya, dan anaknya yang belum lahir. semua ini karena kesalahannya

ラベル: ,


Written @ 8:27




Title: Too late (1/2)
rating: PG-16
genre: angst, romance
A/N: saya membuat chinen sebagai cewek disini
summary: yamada adalah seorang pengusaha restoran, dan chinen adalah seorang model. mereka bertemu di SMA saling mencintai dan hidup bersama. well, mereka belum menikah

hari minggu. menyenangkan untuk menghabiskannya bersama orang yang di cintai tapi kadang kekasihnya tidak bisa berada di apaterment mereka. kerena pekerjaanya

yamada tersenyum melihat kekasihnya ada di sana, sibuk dengan cangkir dan sendok di tangannya
"kore, aku membuat teh untukmu ryo-chan" chinen menyerahkan cangkirnya ke yamada
"terimakasih yuri" yamada tersenyum dan meminum  teh nya "kau tahu yuri?"
"um?"
"aku sangat merindukanmu ne.." yamada mencium leher kekasihnya
"nnngh.. aku juga ryo-chan"

yamada menggendong kekasihnya dengan gaya pengantin, meletakannya di tempat tidur dan menciumnya lapar. chinen membalas ciumannya berusaha memenangkan permainan mereka, yamada memenangkan permainan panas mereka dan mendorong masuk lidahnya kedalam mulut kekasihnya menikmati kehangatan dari kekasihnya

ciuman yamada turun ke leher chinen menjilatnya dan menghisap bagian sensitiv nya "aah.... ryo-chan.."
"ne yuri, kita sudah lama tidak melakukan sex semenjak kau di terima di  agensi itu" kata yamada sedih dan mengubur kepalanya di leher kekasihnya
"maafkan aku ryo-chan.." chinen memeluk kepala kekasihnya dengan perasaan bersalah
"dapatkah kita melakukannya sekarang?"
"lakukanlah ryo-chan" chinen tersenyum

yamada tersenyum dan kembali mencium kekasihnya, membuka semua pakaian mereka dan meninggalkannya di lantai
merenggangkan kaki kekasihnya dan mulai mendorong masuk miliknya kedalam vagina kekasihnya
"kau begitu sempit yuri.. kita sudah melakukan ini berkali-kali, tapi kau masih tetap sempit, aku menyukai itu ne yuri.. hehe"
"unnh.. jangan menggodaku saat seperti ini ryo-chan"
"hahaha oke oke"
yamada menggerakan miliknya semakin cepat dan mulai mencapai klimaksnya
"aku.. datang yuri.. unghh.."
setelah melihat tanda dari chinen yamada mengeluarkan semua cairannya di dalam chinen

yamada terjatuh diatas kekasihnya, terengah-engah merasa puas dengan kegiatan mereka
"terimakasih untuk hari ini yuri" yamada mencium dahi chinen sayang
"un.."
dan mereka jatuh tertidur

yamada membuka matanya, ruangan gelap yamada bangun dan memakai celannya dan menyalakan semua lampu
"diamana yuri?" tanya nya pada diri sendiri
yamada menemukan pesan di atas meja dan membacanya

ryo-chan,
aku sangat menyesal.. aku harus pergi karena bos memanggilku. aku mungkin akan pergi lama. maafkan aku
yuri

lagi-lagi...

seminggu sudah berlalu dan itu terjadi berulang kali, chinen tidak bisa tinggal di apatermen mereka untuk waktu lama

yamada membuat makan malamnya di apatermen mereka, berusaha memberi chinen kejutan untuk makan malam kali ini
"ini akan jadi begitu romantis ne.." ucap yamada puas melihat hasil kerjannya
telpon berbunyi dan satu pesan di terima, yamada menekan tombol untuk membaca pesan dan mendengar suara kekasihnya disana

"ryo-chan.. gomenasai, maafkan aku... aku tidak bisa pulang cepat hari ini. aku sudah berusaha tapi tetap tidak bisa maafkan aku ryo-chan.. aku--" yamada mematikan telponnya

ini yang ke tiga kalinya, yamada melirik ke meja makan yang penuh dengan kerja kerasnya. yamada memakan itu sendirian disana seperti orang bodoh, dan bagian chinen ia buang ke tempat sampah
"kenapa?"

yamada berusaha memakluminya. dia seorang model, dia adalah orang yang sibuk

yamada berjalan keluar apatermennya ke kota saat udara dingin, tokyo adalah kota yang tidak pernah sepi masih banyak mungkin memang banyak orang yang berlalu lalang di jalanan walau ini sudah malam. yamada mendongak, melihat papan iklan besar terpampang diatas gedung tinggi itu jelas terlihat chinen tersyum sangat cantik seperti bidadari, yamada tersenyum.
"aku sangat merindukanmu yuri" yamada mempererat jaketnya dan berjalan ke tempat yang bisa menghiburnya

tsuzuku

ラベル: ,


Written @ 8:21





Site-mistress
Dean
97lines
Indonesia
love everything about japan and start to love about korea
My Loves
Hey! Say! JUMP
NYC
U-Kiss
Shinee
YamaChii
Follow Blog
Follow? Klik Sini :)

Profile user
Friends
♥ Tika ♥
♥ Poconggg ♥
Visitors

Counter
Power Edge Server

Melodies

Paste music code here.
Get your music code at
imeem or iwebmusic
The Memories
4月 2011
5月 2011
6月 2011
7月 2011
8月 2011
3月 2012
6月 2012
Many Thanks
Designer: %BLUE.pink-
Basecodes: %MOOOx-LOVE
Inspirations: x-taintedlove
Materials: Lovecandied
Others: Blogskins, Photobucket
Skin layout edited with Paint program