Tittle: Chrristmas gift (YamaChii but YuriSuke sequel)
Genre: romance, smut
Rating: NC-17 (padahal saya umurnya baru… yah, segitulah -,-V)
Summary: chinen ngasih kado natal yang kedua buat yama.. yang yama minta (?)
A/N: gomen kalo fanfic nya gini.. soalnya ak minta bantuin nee-chan ak bikinnya, nee-chan ak udh 18 thn siih.. u,u
“huft.. dingin…” chinen sesekali menggosok telapak tangannya dan meniupnya untuk menghangatkan diri. Yamada dan chinen baru saja pulang dari kencannya di malam natal
“ne? sedingin itu ya??”
“matta.. matta.. dingin banget..” chinen menggosok kedua lengannya bersamaan, karbondioksida yang dikeluarkan chinen terlihat sepert kepulan asap putih
Yamada mengambil tangan sebelah kiri chinen menggenggamnya dan memasukan kedalam kantong jaketnya
“yama-chan??” muka chinen memerah karena perlakuan yamada
“kenapa?” yamada tersenyum “kantong jaket chii cuma satu kan? Itu suma ada di sebelah kanan, jadi tangan kirimu aku yang hangatkan” yamada mempererat genggamannya. Chinen hanya bisa mengangguk dengan muka merahnya
“ne.. ayo, kita harus cepet pulang, kayaknya besok turun salju”
“tadaima..” yamada dan chinen berkata bersamaan saat memasuki kamar mereka
“aaah, di sini hangat..” chinen tertawa sambil bergulingan di tempat tidur yamada
“hei, itu kasurku..” yamada menghampiri chinen dan duduk di pinggiran tempat tidurnya
“iyap! Aku tahu.. kasur yama-chan lebih hangat, karena kasurku dekat dengan jendela” sekarang chinen bermain dengan guling yamada, memeluknya dan mencium aroma yamada yang tertinggal di situ “hmm.. aku suka bau yama-chan” chinen tertawa lalu duduk di samping yamada dan mengendus aromanya lagi seperti anjing kecil “aromamu seperti strawberry” chinen tersenyum dan menutup matanya
Chinen merasakan sesuatu yang hangat di bibirnya, chinen tahu kalau yamada sedang menciumnya saat itu. Chinen membalas ciuman yamada membuat yamada ingin melakukan sesuatu yang lebih terhadap tubuh chinen yang ada di depannya saat itu, yamada sedikit menarik dagu chinen membuat mulut yang lebih muda itu terbuka sedikit. Yamada mendorong masuk lidahnya dan menjelajahi setiap inci dalam mulut chinen, chinen bingung tapi juga merasa nyaman ini adalah pertama kali baginya melakukan ciuman nakal seperti ini bersama yamada. Sejak resmi menjadi pasangan 3 bulan lalu, mereka belum melakukan sesuatu lebih dari sekedar ciuman biasa
Yamada meninggalkan mulut chinen dan turun ke leher, mengecupnya dan menjilatnya
“ngh.. ya-yama-chan..” chinen mengerang karena perlakuan yamada. Yamada beralih ke tengkuk chinen, menciumnya, menjilatnya dan bernafas di dalamnya mengigit nakal dau telinga chinen “aah.. yama-chan..” rintihan chinen terdengar merdu di telinga yamada. Tangan yamada bergerak sendiri ke dada chinen, merabanya dan masuk melalui selah kancing kemeja chinen membuat chinen terkejut. Yamada terus memasukan tangannya kedalam kemeja chinen tanpa berhenti mencium chinen lapar
Tanagan yamada masuk ke kemeja chinen, chinen yang tidak mengenakan kaos dalam saat itu membuat yamada tambah bersemangat untuk merabanya, tangan yamada sampai di puting chinen dan mencubitnya pelan. Chinen reflek menggeggam tangan yamada dan menghentikannya “ya-yama-chan??” chinen bertanya dengan wajah merah. yamada kaget dan sedikit membantingkan tubuhnya kebelakang, menjauh beberapa inci dari chinen dan berhenti melakukan aktifitasnya
“go-gomenne chii! Gomenne!! A-aku sudah kelewatan.. gomen!” yamada menunduk, pikirannya kacau dan berfikir chinen pasti akan membencinya setelah ini
“… daijobu… lakukan saja apa yang yama-chan mau lakukan sama aku”
“eh?” yamada mengangkat kepalanya dan melihat chinen tertunduk malu “ap-apa chii??”
“anggap saja ini hadiah natal dariku.. um, yang kedua”
“kamu yakin??”
“un!” chinen mengangguk mantap “aku ingin melakukannya yang pertama dengan yama-chan” muka chinen memerah, lebih merah dari yang tadi
“tapi, kenapa tadi kau menghentikannya?”
“i-itu.. aku.. aku hanya sedikit kaget.. ja..jadi…” chinen mencari alasan dengan susah payah untuk di jelaskan ke yamada
Yamada tersenyum, dia tidak akan melewatkan kesempatan ini. Yamada membuka pakaiannya, membaringkjan chinen di tempat tidur, membuka kemeja chinen dan melemparkannya ke lantai. Yamada kembali mencium chinen lapar lalu beralih ke leher dan memberikan tanda kemerahan di sana, yamada samapai di puting sebelah kiri chinen. Menjilatnya dan menghisapnya kuat membuat chinen mengerang lagi melingkari bulatan coklat di tengahnya, yamada terus menulusuri badan chinen dangan lidahnya dari dada turun ke perut dan turun lagi kebagian yang membuat chinen tercekat. Yamada membuka celana panjang chinen dan membuka pakaian dalamnya juga memperlihatkan kejantanan chinen yang sudah mengeras
Yamada menciumnya menjilatnya dan mulai mengulumnya seperti lollipop “aah.. yama-chan.. ah..” yamada terus mengulum milik chinen dan menghisapnya keras “yama-chan.. a-aku pikir, akan keluar se-seseuatu” chinen berkata terengah-engah
“tidak apa-apa, keluarkan saja” akhirnya chinen menyemprotkan cairannya dan memenuhi mulut yamada, yamada menelannya dengan satu tegukan dan menjilat sisianya di kejantanan chinen dan terus mengulumnya penuh di dalam mulutnya. Hidung yamada mencapai rambut kemaluan chinen dan bernafas di dalamnya “aaahh.. yama-chan..” chinen mengambil rambut yamada dan sedikit menariknya
Yamada kembali bangun dan mencium chinen, membuat chinen dapat merasakan dirinya sendiri
“kulum jari-jariku” chinen melakukan seperti yang yamada minta, mengulum jari-jari yamada dengan penuh semangat. Setelah yamada merasa itu sudah cukup licin yamada menaruh jari-jarinya di depan lubang chinen
“ini akan terasa sedikit sakit, tapi cobalah untuk menahannya” chinen mengangguk dan merasakn jari yamada mulai memasuki lubangnya, jari kedua menyusul chinen masih bias menahan rasa sakitnya sedikit. Dan yamada memasukan jari ketiga “AH! Itai!”
“apa aku harus menariknya keluar chii??”
“tidak, ng.. aku tidak apa-apa kok” chinen memeluk yamada keras
“aku tidak ingin menyakiti ku saat punyaku berada di lubangmu, jadi cobalah untuk menyesuakikan ukurannya ya” chinen mengangguk, yamada mulai menggerakan jari nya perlahan dan mulai sedikit cepat “ngh.. aah.. yama-chan..” chinen mengerang dan tidak lama chinen berklata “baiklah, aku siap”
Yamada mengangguk, yamada membuka celananya dan memperlihatkan kejantanannya yang menegang. Yamada menuntun chinen ke miliknya, menandakan chinen harus melakukan sama seperti yang yamada lakukan. Chinen mulai mengulum milik yamada dan merasakan kenikmatannya, mengulumnya penuh dan menghantamnya sedikit keras menghasilkan bunyi dari mulut chinen “ngh.. iyaa.. seperti itu chii..” yamada memegang kepala chinen yang bergerak maju mundur dan gerakan chinen menjadi lebih cepat di bantu oleh yamada “aah.. bagus..chii.. ngh…” yamada mengeluarkan cairannya, tumpah kedalam mulut chinen dan chinen mengahbiskannya dalam 2 tegukan dan sedikit tertsedak “ah.. oishii na..” chinen menyeka mulutnya yang belepotan karena cairan yamada. Setelah yamada merasa cukup dia mulai mendorong masuk miliknya kedalam lubang chinen
“mph..” chinen mengigit bibir bawahnya menahan rasa sakit, yamada mendesisi saat miliknya mulai memasuki lubang chinen dia menyukai rasa hangat, lembab, dan basah di miliknya
“apakah su-sudah semuanya?” chine terus menahan rasa sakitnya, milik yamada yang besar terus masuk ke dalam lubangnya perlahan
“hampir semuanya, bersabarlah” chinen mengangguk, chinen merenggangkan kakinya lebih lebar agar yamada tidak terlalu kesulitan untuk memasukan miliknya. Tidak lama milik yamada sepenuhnya berada di dalam lubang chinen. Yamada mulai menggerakannya maju mundur perlahan “aah.. ngh.. lebih cepat yama-chan…” yamada tersenyum dan menggerakan lebih cepat, mengahantam lebih keras dan menggerakan secepat yang ia bisa yamada beberapa kali menghantam sweet spotnya chinen “aaah.. disana.. tepat disana… aaaahh… aah yama-chan.. aah.. aaahh” chinen memeluk yamada erat dan menarik sedikit rambut-rambut coklat yamada “nn.. rasanya enak… hehe” chinen tertawa geli merasakan sensai yang luar biasa dari yamada, chinen menguncikan kakinya di pinggang yamada “aku tahu kau akan menyukainya chii..” yamada mencium chinen tanpa mengehntikan gerakan yang terjadi di bawah. Yamada terus melakukannya “aah.. nnghh.. ya-yama-chan.. aku rasa, akan keluar sesuatu lagi… aaahh..” chnen mulai mencengkram sedikit punggung yamada “ngh.. aku juga chii..” yamada mengatakannya dengan satu mata teertutup. Akhirnya merka saling menyemprotkan satu sama lain, yamada menyemprotkan punyanya di dalam lubang chinen dan chinen menyemprotkan punyanya di perut dan dada yamada.
Yamada berbaring di samping chinen dan menjadikan lengannya untuk bantal kekasihnya
“apakah yama-chan akan melakukannya lagi?” Tanya chinen sambil memainkan rambut yamada
“huum.. iya”
“jangan..”
“eh? Kenapa??”
“yah.. ng.. masih sakit, yaah walaupun rasanya enak.. ne, biar aku yang melakukan seperti yang yama-chan lakukan”
chinen duduk di atas yamasa, diam beberapa detik “aku.. tidak tahu cara melakukanya” chinen tertunduk dengan wajah merah “hanya menggerakannya maju mundur” yamada tersenyum, chinen mengangguk. Chinen mulai memasukan miliknya ke lubang yamada “aahh.. chii..” yamada mengerang “uunnhh..” chinen mendesisi merasakan sesuatu yang baru di kejantanannya, chinen mulai menggerakannya maju mundur dan lebih cepat, lebih cepat “aaahh.. chii.. kau melakukannya dengan ba-baik.. aahh.. aaahh..” chinen tersenyum dan tertawa geli “ rasanya benar-benar menyenangkan melakukannya dengan orang yang kita cintai.. yama-chan.. aahh.. membuatku mengetahui rasanya.. uunnhh” yamada mencium chinen lapar, chinen melakukannya lagi dan lagi
“yama-chan.. aku akan mengeluarkannya lagi.. aah.. kau membuatku mengeluarkannya 3 kali malam ini.. aahh..”
“hahaha.. aku senang melihat wajahmu saat mengeluarkannya.. aahh.. aku juga chii.. aahh..”
Akhirnya, chinen mengeluarkannya didalam lubang yamada dan yamada mengeluarkannya di dada dan perut chinen, keduanya terkulai lemas di tempat tidur
“arigatou yama-chan..” chinen tersenyum
“he? Terimakasih untuk apa? Harusnya aku yang berterimakasih..” yamada memeluk chinen erat dan mencium puncak kepala chinen sayang
“ngomong-ngomong.. yama-chan pernah ngelakuin ini sebelumnya?”
“belum..”
“kenapa yama-chan bias tau carannya??”
“err.. itu.. aku nonton di laptopnya dai-chan..” yamada menggaruk kepalanya bingung
“hee? Yang judulnya re-re-miaw??” chinen kembali antusias ingin tahu
“iya.. chotto, kenapa kamu tau?”
“aku juga pernah di ajak nonoton oleh dai-chan sama ryuu.. tapi aku tidak mengerti apa yang sedang mereka lakukan”
“hmph! Huahahahaha!! Kau polos sekali sih chii!!” yamada mengacak-ngacak rambut chinen dan tertawa geli Karena tingkah pacarnya
“hentikan! Aku memang tidak tahu!” chinen mengembungkan pipinya dan membalikan badan mendai membelakangi yamada
Yamada tersenyum “tapi sekarang kamu sudah benar-benar tau rasanya kan chii sayang..” yamada mencium leher chinen
Chinen tersenyum dan menghadapkan badannya dengan yamada lagi “iyaa.. ini berkat yama-chan” chinen mencium yamada dan tersenyum lebar
Yamada memeluk erat kekasihnya, menjadikan chinen seseorang yang paling berharga di dunia. Sekarang tidak ada yang bias memisahkan mereka, hubungan mereka sudah sangat erat. Tidak bisa di pisahkan
OWARI. Demo…………………..
“chotto! Gak ada kamera kan??”
“hahahaha.. gak ada yama-chan.. gak ada yang tau…”
“fyuh.. syukurlah..” yamada kembali tidur dengan chinen di pelukannya
Sementara itu…
“mereka udah tidur?” yuya bertanya dari bawah
“iya, udah selesai” hikaru yang di tengah menjawab
“hebat juga yama-chan dan chinen bias selama itu.. hiks.. chii.. anak perempuanku yang tercinta, kau sudah dewasa nak.. hiks..” inoo paling atas menambhakan
“jahat! Kenapa aku tidak boleh ikutan!!?” Ryutaro yang bersandar di dinding lorong berteriak protes sambil memainkan DS nya kasar
“kau kan belum cukup umur ryuu!” daiki menjawab
“tapi kau sudah pernah memperlihatkan yang seperti itu padaku!" Ryutaro membalas
“ya, itu kan beda!!” daiki berteriak
“ssssttt!!! Jangan teriak-teriak.. nanti mereka bangun dan kita ketahuan lagi nguping!” hikaru berusaha menengahkan
“ssstt!! Woy! Diem dulu!” yuya mencoba endiamkan teman-temannya
“sssstt!! Jangan berisik!!!!” daiki menambahkan
Yabu datang dan melihat tingkah aneh teman-teman dan kekasihnya yang menempel di pintu kamar yamachii “hoy!! Kalian lagi ngap….”
“SSSSSSTTTTTT!!!!!!!!!!!”
Hontou ni OWARI :D
Written @
8:00