Tittle: don't forget me, onegai.. (1/?)
Pairing: yamachii
Genre: PG-13
Summary: chinen anak dari kampung yang pindah ke kota karna beasiswa
A/N: fanfic ini gak hanya 1 part, tpi.. Gak tau nyampe brpa part, liat nti aja deh ._.
Chinen menatap barang2nya yang sudah terbungkus rapih dengan kardus coklat di pojok ruangan, kamarnya yang sudah ia huni selama 17 tahun harus ia tinggali. Kepintaran chinen membuatnya mendapatkan beasiswa untuk pendidikan lebih di kota hanya saja satu masalah chinen, jika ia tidak bisa menguasain pelajaran B.inggris tamatlah riwayatnya karena beasiswa itu akan hilang dan dia harus membayar biaya sekolah yang mahal. Bagi chinen yang berasal dari keluarga sederhana di kampung itu adalah sebuah masalah besar apalagi dengan di tambahnya tidak ada pilihan kembali ke sekolah lamanya
Butuh waktu 5 jam perjalanan dari kampungnya ke tokyo
Chinen sampai di apatermen barunya, mulai sekarang ia harus hidup sendiri. Chinen mulai menata barang2 nya.
Chinen menghela napas lega melihat barang2nya sudah tersusun rapih, chinen melihat seragam barunya di atas meja yang rapih terbungkus plastik mencobanya dan berkaca tepat seperti dugaannya, kebesaran
Esok hari....
"Ryosuke-kun! Cepat turun!! Nanti kau terlambat!"
"Chotto matte kaasan!" Yamada memakai celanannya, merapihkan sedikit rambut coklatnya dan membereskan buku-bukunya yang akan ia bawa. Yamada menuruni tangga sambil berlari
BRUK!!!
"I...itte!!!!!!!!!"
"Bakka!"
Chinen keluar dari apatermennya, mengikuti arah sesuai yang ditunjukan denah sekolah yang dikirimkan dengan seragam barunya.
Daerah yang ia lewati ini asing baginya dia benar-benar tidak tahu tokyo, bahkan ini pertama kali baginya ke tokyo.
Chinen berhenti di perempatan ada 4 nama jalan yang sama dengan nomor berbeda di situ "habis ini... Kemana?" Berbeda dengan yang di denah "aku... Tersesat??"
" ittekimasu!" Yamada bangun dari jatuhnya dan berlari ke pintu
"Chotto! Ini bekal mu!"
Ckiiiitt!!! Yamada mengerem mendadak merasa terkejut dengan ucapan ibunya "ap.............aa?? Bekal? Bekal ibu bilang? Ibu! Aku sudah 17 tahun!!! Aku tidak bawa bekal lagi seperti anak TK!"
"Kau kan peringkat pertama di sekolahmu! Jadi harus tetap sehat!"
"Tapi!!!"
"Huh! Kau terlalu banya bicara! Sudah makan ini saja sebagai sarapanmu!"
Yamada menerima selembar roti gandum yang di berikan ibunya "ittekimasu!"
"Itterasai"
Yamada menaiki sepedahnya dan nenggowesnya dengan kecepatan penuh "gawat! Gawat! Aku telat!!" Yamada memandangi jam tangannya sambil melaju kencang di atas sepedah
"bagaimana ini.. Aku bisa terlam..." Chinen memandangi jalan di sekitarnya bingung
"SIAL!!!! Aku terlambat!!!!!!!!!!!!"
chinen menoleh kebelakang karena seseorang baru saja berteriak keras. Chinen melihat sepedah yang di bawa oleh seorang pemuda melaju kencang kearahnya, mata chinen melebar tubuhnya kaku "ky-kyaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!!!!!!!" Chinen menutup matanya ketakutan
Yamada kembali melihat kedepan dan mendapati seorang pemuda mungil tepat di arah dia melajukan sepedahnya dan berteriak "gyaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!!!!" Yamada cepat-cepat mengerem sekuat tenaga di bantu dengan kakinya
Ckiiiiiiiiiitttt!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
1 detik.. 2 detik... 3 detik.... Sunyi
Chinen membuka matanya takut untuk melihat sebenarnya apa yang terjadi. Chinen melihat pemuda yang mengendarai sepedah itu menganga lebar matanya masih melotot dan kedua tangannya tetap menekan kedua rem hanya bejarak 1 cm lagi. Sepedah itu akan mengenai chinen dan membuat chinen terpental jauh
"Da..daijobu desuka?" Chinen mengibaskan tangannya di depan wajah pemuda itu
"Heh? Ah!!!!" Yamada tersadar dan turun dari sepedahnya, mencengkram pundak chinen "go..GOMENASAII!!!!!!!" Yamada menundukan kepalanya dengan tangan masih di pundak chinen
"Eh.. Daijobu ne.. Kau sendiri gpp kan?" Chinen bertanya dengan muka innocent nya membuat yamada berkedip dua kali
"Ng.. Aku.. baik-baik saja" yamada melepaskan tangannya "eh? Kau satu sekolah dengan ku"
"Eh?"
"Seragam kita sama hehe" yamada tersenyum, membuat wajah chinen memerah
"Eh, ah, I..iya.." Chinen menunduk sambil mempererat pelukannya pada tas yang ia bawa
"Anak baru ya? Mau bareng?"
"Boleh!?"
"Hahaha.. Tentu saja, kita kan satu sekolah ayo naik" yamada menuntun chinen untuk duduk di bangku belakang. Chinen mengangguk
"Aku harap, aku sekelas dengan orang/anak ini.." chinen dan yamada sama-sama berkata dalam hati dalam waktu yang sama dan mereka tersenyum
Akhirnya mereka sampai di sekolah chinen terkejut melihat sekolahnya begitu mewah dan besar
"Kau turun di sini saja.. Aku akan pergi menaruh sepedah, jauh di belakang"
Chinen mengangguk dan turun dari sepedah yamada "anoo.. Arigatou gozaomasu!" Chinen membungkuk
"Douita!" Yamada mulai menggowes sepedahnya pergi meninggalkan chinen
Ruang guru! Aku tidak tahu di mana ruang guru! Chinen ingin memanggil yamada yang belum jauh darinya tapi ia bingung akan memanggil apa "aku tidak tahu namanya" chinen berbisik dan menatap gedung sekolahnya lemas
"Hooooiii!!!!" Yamada berteriak dari kejauhan
Chinen menoleh kaget "a..ada apa??" Chinen membalas dengan teriakan yang tidak terlalu besar
"Ruang guru!!"
"Apaaa??"
"RUANG GURU!!!!!!!" Yamada berteriak keras membuat chinen diam "ada di lantai 3 pojok sebelah kanan!!!!!!!!!!"
Chinen bingung kenapa orang itu bisa mengetahui yang ia butuhkan saat itu "a..ARIGATOU!!!" Chinen berseru lalu tersenyum lebar, yamada yang melihatnya dari kejauhan hanya bisa diam dan merasakan pipinya memanas
KRIIIIIINNGGG!!!
Bel sudah berbunyi menandakan siswa-siswa harus masuk ke kelas masing-masing dan mulai belajar
Yamada duduk di kursinya, sebelahnya kosong berharap anak tadi yang jadi teman sebangkunya
Pintu kelas terbuka dan guru memasuki kelas "anak-anak, ibu akan memperkenalkan murid baru"
Yamada antusias ingin tahu dengan harapan yang sangat besar
Silahkan masuk, suzuki-kun
"Suzuki? Itu apa anak itu yang bernama suzuki?" yamada berbisik
Laki-laki memakai kacamata dengan model rambut harajuku memasuki kelas mereka dan semua anak berbisik "nama saya suzuki ainosuke pindahan dari nagasaki, yoroshiku"
Yamada mengehela nafas frustasi dan kecewa bukan anak tadi yang masuk ke kelasnya
"Dan ada seorang anak baru lagi, silahkan masuk chinen-kun.."
"Chinen? Anak yang tadi?" Jantung yamada berdegup sangat kencang dengan harapan yang benar-benar jatuh pada orang yang bernama chinen ini
Anak baru bernama chinen itu mulai memasuki kelas.
Tsuzuku....
ラベル: fanfic, yamachii
Written @
1:11