No right click here.
If you want anything,
just ASK me :)
Thank You!
•Dean's Blog•

2011年4月13日水曜日


Title : Not YamaChii but YuriSuke
Pairing : Yamachii, DaiRyuu, InooBu
Rating : PG-14
Genre : Romace, Friendship
Summary : jadi.. ceritanya tuh ya.. hng.. baca sendiri aja deh ._.


Chinen Yuri sendiri tidak mengerti mengapa seorang Yamada Ryosuke bisa membuat dadanya sesak dan membuat wajahnya panas. Saat yamada menggenggam tangannya erat, saat yamada tersenyum kepadanya, saat yamada mengusap sayang kepalanya, saat yamada memeluknya erat, saat yamada memarahinya, saat yamada mencubit pipinya gemas, saat yamada ada di dekatnya.
Seperti sekarang ini, chinen berharap yamada cepat melepaskan genggaman tangannya agar chinen dapat kembali bernapas dengan normal. Tapi di sisi lain, chinen merasa nyaman dengan genggaman tangan yamada. Akibat kecerobohannya beberapa saat lalu, yamada jadi menggenggam tangannya seperti ini dan membuatnya sulit untuk memasukan oksigen ke paru-parunya
“tadaima..”
“oh, okaeri yama-chan, chinen” yabu dan inoo yang tengah bersantai di ruang keluarga menyambut kedatangan dua member hey say jump yang baru pulang dari sekolah mereka
“ne, yama-chan.. aku lapar” chinen menaruh tasnya di sofa dan berjalan ke dapur
“aku juga!” yuto turun  dari tangga sambil membawa majalahnya
“aku juga, dan kau inoo??” yabu menyenderkan badannya di sofa sambil menatap kekasihnya yang duduk di sampingnya
“yah, aku juga ingin sesuatu untuk diamakan..”
Yabu mengangguk mengerti dan mengalihkan pandangannya kearah yamada dan tersenyum lebar kepadanya “yama-chan…” jurus tatapan pupy doggy eyes!
“ck, baiklah.. ramen untuk 5 orang..” yamada menghela napas, membuka tas dan jasnya lalu menyuysul chinen ke dapur, membuat ramen untuk 5 orang di bantu oleh chinen yang kikuk dalam soal memasak
Rumah JUMP. Asrama yang berfasilitas lengkap. 6 kamar tidur (termasuk kamar tamu), dapur, ruang keluarga, ruang latihan dance, ruang band, 6 kamar mandi, kolam renang, halaman yang luas, lapangan basket. Asrama berlantai 2 itu diberikan oleh Johnny’s-sama untuk grup kesayangannya di JE, dengan alasan keamanan mereka tinggal di asrama dan  bisa mngunjungi orang tuanya kapan saja

“aku atau kau duluan yang mandi?” yamada menaruh tasnya di meja belajar dan menaruh jasnya di lemari
“aku saja, yama-chan mandinya lama” chinen mengambil handuknya dan berjalan ke kamar mandi

-----
Data pembagian kamar :
Yamada dan yuto
Chinen dan keito
Ryutaro dan daiki
Yabu dan inoo
Hikaru dan yuya
“tunggu, kenapa aku sama yuto?” yamada menaruh kertasnya di atas meja ruang keluarga
“loh, tapi kau kan sahabatnya” yabu melipat tangannya di depan dada “lagipula kau sudah lama bersama yuto, jadi apakah ada masalah?” yuto yang mndengarkan omongan yabu hanya diam
“um.. yah, memang.. ta-tapi, kenapa harus yuto?” yamada menggaruk kepalanya sendiri karena bingung dengan tindakannya yang aneh di depan semua member hey say jump saat itu
“lalu? Kau ingin sekamar dengan siapa?” yabu memandangi member hey say jump satu persatu dan berhenti di chinen yang sedang membaca kertas pembagian kamar dengan tatapan kosong tanpa ekspresi, yabu tersenyum.
“aku.. ingin sekamar dengan chinen saja” yamada menunjuk chinen dengan dengan ekspresi sedikit malu
“eh? Aku? Kenapa?” chinen menunjuk dirinya sendiri dan bingung karena yamada memilihnya untuk jadi teman sekamarnya
“yah, karena kau cocok untuk menjadi teman sekamarku”
Chinen hanya bisa diam menyembunyikan rasa bahagia yang muncul secara aneh di dalam hatinya saat itu
“saa.. baiklah kalau gitu, yamada dan chinen sekamar, lalu yuto dan keito” yabu tersenyum, mencoret daftar pembagian kamar dan memperbaikinya

yamada dan yuto chinen
chinen dan  yuto  dan keito
-----


“ne, dai-chan.. kau sedang apa??” Tanya Ryutaro yang berjalan mengikuti daiki dari belakang. Membuka setiap kamar member hey say jump tanpa mengetuknya lebih dulu. Bukankah itu kurang sopan? Inner Ryutaro bergumam sedikit
“ah.. aku hanya ingin membuat dokumentasi tentang asrama kita saja..” daiki sampai ke kamar yamada dan chinen  di ujung lorong lantai dua “woah.. kamara yamachii yang terbaik! Bersih, harum dan nyaman! Bahkan jendelanya bisa melihat kolam renang dan seluruh halaman belakang” daiki menutup pintunya dan menjelajahi kamar yamada dan chinen
“hei, ini tidak sopan dai-chan.. yamada-kun dan chinen sedang sekolah.. kita tidak bisa masuk kekamarnya tanpa izin seperti ini..”
Daiki meletakan kameramya di ujung meja dan dapat merekam sebagian kamar “ryuu.. kesini” daiki menyuruh Ryutaro untuk ikut duduk bersamanya di tempat tidur chinen
“ck! Itu tidak sopan..” Ryutaro mengahampiri daiki dan duduk di sebelahnya “sekarang apa?” tanyanya sedikit kesal karena daiki mengabaikan ucapannya
“ayo.. lihat ke kamera.” Daiki tersenyum dan Ryutaro menuruti kata-kata daiki. Dia melambai dan tersenyum ke arah kamera video, daiki yang melihatnya tersyum. Menyenderkan kepalanya di bahu Ryutaro
“eh? Da-dai-chan! Kenapa??” Tanya Ryutaro panik menyadari kepala daiki tersender di bahunya
“sstt.. diamlah untuk beberapa saat, aku ingin seperti ini..”  daiki memejamkan matanya
Ryutaro hanya bisa diam mematung ditempatnya, jantungnya berdetak kencang seperti peringatan bom. Tapi dia merasa nyaman dengan tidakan daiki, Ryutaro ikut memejamkan matanya dan menyenderkan kepalanya di kepala daiki
Setelah beberapa lama mereka tetap seperti itu mereka menyadari seseorang melengking penuh dengan suara keras, yuya “TADAIMA!! MINNA! AKU BAWA BANYAK CAKE!!!”
“waa! Suara yuya keras sekali, hahahaha.. ayo ryuu, kita turun” daiki menarik tangan Ryutaro dan berlari meninggalkan kamar yamada dan chinen
“aaah.. aku kenyang! Sepertinya terlalu banyak makan cake..” daiki menepuk-nepuk perutnya dan berjalan ke kamarnya bersama Ryutaro dan tiba-tiba langkahnya berhenti membuat Ryutaro mengikuti tindakan daiki “tunggu, apa yang aku lupakan?”
“hum… ah! Kamera videomu!”
“iya! Ah.. besok saja aku mengambilnya, aku ngantuk”
“ck…”

Malam ini hujan besar, menyebabkan Guntur seperti orkesta yang dimainkan para iblis diluar sana untuk membuat orang yang takut dengan suaranya menjadi ketakutan dan susah untuk tidur, seperti chinen
Yamada membuka matanya karena mendengar sedikit isakan dari tempat tidur di sebelahnya, dia tahu chinen benci Guntur. Yamada melihat punggung chinen gemetar saat suara Guntur itu meledak ditelinganya melihat chinen bersusah payah menutup telinganya dengan tangannya, yamada tersenyum lalu bangun dari tempat tidurnya mendekati tempat tidur chinen
“chii.. daijobu desuka?” yamada duduk di pinggir tempat duduk chinen dan menyentuh punggung chinen yang masih gemetaran
“ya..yama-chan, aku benci Guntur!”
“maa.. aku akan menemanimu malam ini chii, sekarang geser” yamada mulai berbaring di samping chinen
“hontou!? Arigatou ne yama-chan!” chinen sangat senang karena malam ini yamada menemaninya, tapi chinen mulai merasakan perasaan itu lagi. Dadanya  mulai tercekat, jantungnya semakin cepat dan wajahnya memanas. Dia dapat mendengarkan detak jantungnya sendiri yang sangat cepat, berharap yamada yang tepat di depannya saat itu tidak mendengar detak jantungnya
Guntur kembali meledak, chinen spontan menutup telinganya dengan tangannya. Yamada yang melihat kejadian itu langsung memeluk chinen, membuat chinen panik di dalam pelukannya
“ya..yama-chan nande??” jantung chinen meledak lebih keras daripada Guntur yang tadi, dan berfikir yamada juga dapat mendengarnya. Wajahnya memanas dan semakin susah untuk bernapas
“kalau aku memelukmu kayak ini, kau gak akan mendengar Guntur itu terlalu keras” yamada mempererat pelukannya, membuat chinen melayang
“……………. Yama-chan” chinen memanggil taku-takut nama itu
“hum? Nande?”
“aku suka ngerasa aneh”
“maksudmu?”
“yah, kalau aku dekat yama-chan aku merasa sesak dan wajahku memanas, jantungku berdetak lebih cepat. Seperti sekarang, aku sulit untuk bernapas, dan merasakan wajahku memanas. Kalau kau menggengam tanganku, mencubitku, mengusap kepalaku, bahkan menatapku aku akan merasakan perasaan seperti ini. Apa aku mempunyai penyakit?” chinen mendongak untuk melihat wajah yamada, chinen terkejut saat medapatkanb wajah yamada memerah dan tidak lama yamada tertawa
“chii.. apa kau suka senyumku?” yamada tersenyum geli dan berusaha menahan tawanya
“iya, suka sekali” jawab chii polos dengan muka innocent nya
“kau suka suaraku? Kau suka kalau aku didekatmu? Kau benci kalau aku jauh darimu? Kau kesal kalau aku dekat dengan orang lain?”
“ya, ya, ya, dan ya”
“kalau begitu itu gejala” jawab yamada dengan muka serius dan kemudian tertawa, membuat pipi gembulnya membuat daya tarik bagi chinen
“gejala!? Aku sakit ap..” ucapan chinen terpotong karena yamada menempelkan bibirnya di bibir chinen, dengan lembut yamada mengecup bibir chinen yang merah lalu memejamkan matanya. Chinen mematung, nyawanya entah berada dimana sekarang menyadari yamada sedang menciumnya. Ciuman pertama. Tapi chinen tidak melakukan sesuatu untuk merusak ciuman itu, ia hanya membiarkan waktu berjalan dengan sendirinya
Yamada melepaskan ciumannya lalu tersenyum pada chinen yang tercengang di hadapannya “itu bukan gejala penyakit chii..” dan melanjutkan “itu gejala kau mencintaiku” yamada tersenyum bahagia saat mengatakan kata-kata itu
“be..benarkah? tapi bagaimana bisa? Kita kan…” chinen hampir tidak percaya dengan kata-kata yamada barusan
“cinta memang seperti itu chii.. gak bisa ditebak” yamada mengelus kepala chinen deengan lembut membuat chinen tersipu dihadapannya  “apakah kau juga mencintaiku yama-chan?” chinen bertanya dengan harapan yang sangat besar
“tentu saja!” chinen mendongak dan tersenyum lebar. Yamada melanjutkan “kau bisa mendengarnya di sini” yamada memeluk chinen, membiarkan chinen mendengarkan suara detak jantungnya yang tidak kalah cepat dengan punya chinen. Suara detak jantung yamada bagai musik cinta yang terlantun di telinganya saat itu. Membuat dunia membisu dan hanya dapat mendengarkan yamada seorang. Chinen tersyenyum bahagia di pelukan kekasihnya malam itu menjadi sebuah sejarah, yang tidak terlupakan

Hari ini hari minggu, semua member hey say jump ada di asrama

Daiki masuk ke kamar yamada dan chinen saat mereka sedang keluar membeli bahan-bahan untuk sarapan “astaga.. ternyata kamera video ini terus merekam semalaman, utung gak lowbat” daikit mengambil kembali kameranya lalu membawanya ke ruang keluarga
“tadaima..” yamada dan chinen pulang dengan dua kantung pelastik besar di genggaman yamada
“oh, okaeri” kata daiki sambil menuruni tangga dan mengutak atik kameranya
“eh? Apa itu?” Tanya chinen mendekati daiki yang sedang memegang kamera
“kamera”
“hoaamm… ohayou minna…” yuya menuruni tangga dengan setengah nyawanya di susul dengan inoo, yabu, hika yang baru bangun dari tidurnya
“tadaima!” Ryutaro berseru kencang saat memasuki asrama bersama keito
“hum? Darimana?” Tanya yuto yang baru keluar dari kamar mandi
“jogging bersama ryuu” keito menjawab
“saa, minna.. ambil sarapan kalian” yamada membuka celemeknya dan membawa dua piring omlet yang akan diberika satu pada chinen.
“sarapannya omlet? Asik!” hika berlari kedapur disusul dengan member lain
“eh? Semua member kumpul ya?” kata daiki melihat ruang keluarga penuh dengan member hey say jump dan omlet di piring yang mereka bawa masing-masing “minna, gimana kalo kita nonton ini?” kata daiki mengangkat kameranya
“apa itu?” Tanya keito
“video yang aku rekam, dokumentasi asrama kita” daiki menyambungkan kameranya ke tv layar besar dihadapn mereka semua. Awalnya hanya rekaman halaman belakang asrama mereka dan kolam renangnya, sesekali daiki merekam dirinya sendiri dan bicara ngawur. Lalu berlanjut kekamar para member jump
“hei! Kau memasuki kamarku tanpa izin!” kata yuya sambil menunjuk daiki dengan sumpitnya
“ehehehe…” daki hanya bisa tertawa mendengar protes temannya
Lalu saat adegan daiki dan Ryutaro saling menyenderkan kepala mereka semua member jump tertawa menggoda kedua pasangan itu, daiki hanya tertawa seperti yang lain dan Ryutaro menundukan kepalanya malu.
“eh? Ini? Kenapa kameranya terus berada dikamarku?” Tanya yamada saat feeling byang tidak enak datang padanya
“um, kameranya tertinggal dikamar kalian tadi pagi baru ku ambil”
“chotto! Apa ini merekam semalaman?” yamada bangkit dari senderan tubuhnya di sofa. Chinen kehilangan kata-kata
“iya, ada apa?” Tanya daiki curiga
“ya..yabaii!!!! matikan!! Matikan!! Jangan lihat!” yamada berlari kearah daiki yang memegang remote tv. Daiki yang melihat respon yamada seperti itu justru semakin penasarn “yuya! Tahan dia!” daiki berlari menjauh dari yamada  dan mempercepat tayangan video rekaman itu dan berhenti tepat saat yamada menghampiri chinen ke tempat tidurnya
“woooaa! Apa ini!!?” Tanya daiki menggoda yama yang tidak berdaya di tahan seperti pencuri oleh yuya
“yabaii!! Jangan lihat! Matikan!!!” yamada terus berteriak, tapi kemudian justru membisu melihatnya dirinya di layar tv
Semua hening, membisu menyaksikan video yang masih berjalan di tv. Menyaksikan yamada dan chinen berbicara soal cinta samapai mereka berciuman lalu berpelukan dan tidur dalam pelukan, semua nya hening bingung apa yang harus dikatakan. Mereka menatap yamada dan chinen yang menunduk dengan wajah merah semerah tomat, yamada pasrah dan chinen tidak percaya kalau semuanya menyaksikan kejadian semalam
“jadi… kalian sudah menjadi sepasang kekasih??” Tanya yabu memecah keheningan
“i-iya..” yamada dan chinen menjawab berasaman dan menunduk lagi
“kenapa kau tidak memberitahu kami!!!??? Kau kira kau bisa menyembunyikan nya dari kami semua!? Oo tidak bisa!” yuto berteriak dan membuat semua member hey say jump tertawa saat itu
Yamada dan chinen ikut tertawa, hati mereka lega kalau semua member hey say jump sudah tahu tentang hubungan mereka. Yamada duduk di samping chinen, mengeggam tangan chinen erat dan berbisik kepadanya “yuri, aishiteru”
Mata chinen melebar dan pipinya merah lalu ia juga mendekatkan bibirnya ke telinga yamada dan membalas bisikan yamada yang tadi yamada katakana padanya “ryosuke, aishiteru mo”
“wah, asik ya yang bisik-bisik” hikaru melirik yamada dan chinen yang tertawa karena menyadari orang yang hikaru bicarakan tadi adalah mereka
“jadi.. selama ini kalian bukan sebagai yamachii, tapi yurisuke?” daiki kembaili duduk di sofa
“maksudnya?” yamada bertanya pada daiki dengan tatapan bingung
“maksudku, yamachii adalah pairing yang paling di sukai fans hey say jump. Jadi kupikir kalian bemesraan dan dekat satu sama lain karena alasan fans servic, tapi sekarang aku mengerti, kalian melakukannya karena kalian memang saling menyukai kan?”
Yamada tertawa “dai-chan! Kau pikir semua itu hanya akting? Apakah kau melihat aku dan chinen renggang di belakang kamera?”
“um.. tidak”
“kalau begitu mengertilah, kalau kami melakukannya memang bukan hanya sekedar fanservis saja.. tapi juga tulus dari hati kami” yamada mengangkat tangan chinen ke atas pahanya dan menggengamnya lalu tersenyum lebar pada chinen
“begitu…” daiki mengangguk mengerti
“jadi, tepatnya kalian bukan YamaChii, jadi YuriSuke?” inoo menambahkan
“yup! Karena kami saling mencintai.. bukan YamaChii tapi Yurisuke”
Semua member tertawa kecil menyadari pasangan baru terbentuk diantara mereka. Tidak terkecuali chinen dan yamada, mereka tertawa bersama dengan genggaman tangan yang masih terhubung diantara mereka yang mereka yakini, genggaman tangan itu tidak akan lepas sampai musim gugur, semi, dingin, panas dan hari-hari berikutnya. Tidak akan pernah mereka lepaskan

ラベル: , , ,


Written @ 8:47





Site-mistress
Dean
97lines
Indonesia
love everything about japan and start to love about korea
My Loves
Hey! Say! JUMP
NYC
U-Kiss
Shinee
YamaChii
Follow Blog
Follow? Klik Sini :)

Profile user
Friends
♥ Tika ♥
♥ Poconggg ♥
Visitors

Counter
Power Edge Server

Melodies

Paste music code here.
Get your music code at
imeem or iwebmusic
The Memories
4月 2011
5月 2011
6月 2011
7月 2011
8月 2011
3月 2012
6月 2012
Many Thanks
Designer: %BLUE.pink-
Basecodes: %MOOOx-LOVE
Inspirations: x-taintedlove
Materials: Lovecandied
Others: Blogskins, Photobucket
Skin layout edited with Paint program