Pairing: YamaChii, OkaJima
Genre: romance, friendship
Rating: NC-17
Summary: rambut baru chinen yamada yg netapin
Para member HSJ sudah berkumpul di ruangan mereka menunggu jadwal konser mereka tinggal beberapa jam lagi, semuanya sudah ada di sana kecuali yamada dan chinen yang belum datang
"Loh, yama-chan dan chinen-kun belum datang?" Tanya yuto sambil mencari ke sekeliling
"Belum" jawab keito
Pintu terbuka, yamada dan chinen memasuki ruangan secara bersamaan. Semua mata member terbelalak kaget melihat kondisi chinen
"Chi-chinen! Rambut mu!!!" Teriak ryutaro
Chinen tersenyum "ohayou minna.."
"Chinen! Kenapa rambutmu di potong pendek seperti itu??" Yuto menghampiri chinen dan menyentuh rambut baru chinen
"Tidak apa-apa yutti.." Chinen tersenyum
"De-demo... Yama-chan!" Yuto mengalihkan pandangan ke yamada yang tampak muram "kenapa kau membiarkan chinen memotong rambutnya seperti ini?"
"Tanya saja dengan chinen" jawab yamada singkat dan meninggalkan yuto dan chinen
Eh? Yama-chan kenapa? Apa dia marah dengan chinen gara-gara chinen potong rambut ya? Mungkin dia tidak suka potongan rambut chii? Yuto bertanya-tanya dalam hati
Sebelum yuto sempat bertanya Chinen cepat menyusul yamada dan menggandeng tangan yamada, tapi di pengelihatan yuto yamada terus mendunduk dan diam sedangkan chinen tersenyum dan berbicara ke yamada sambil terus menggandeng tangannya
Apa aku.... Bisa mendekati yamada sekarang? Tanya yuto pada dirinya sendiri
Musik berdentum dan ke-10 member HSJ berlari keatas panggung beriringan. Teriakan fans terdengar saat semuanya sudah berada di atas panggung dan terdengar jauh lebih histeris melihat rambut baru pangeran imut itu
Chinen tersenyum menyadari semuanya terkejut melihatnya
Konser berlangsung meriah seperti biasa dan banyak kejutan yang terjadi, di tengah konser yamada memanggil chinen dan membisikan sesuatu kepadanya mereka terlihat sangat dekat saat chinen menghadapkan wajahnya ke yamada. Di sisi lain, yuto melihat pasangan mesra itu dengan mata cemburu
Seusai konser semua member HSJ kembali ruangan mereka. Para member yang lain sibuk dengan urusannya dan meninggalkan yamada dan chinen berdua di ruangan itu
Chinen membuka kemejanya di hadapannya tersandar kaca yang lebih tinggi darinya chinen mengamati pantulan dirinya di cermin sangat detail mengamati rambutnya
"Kenapa?" Yamada menyenderkan dagunya di pundak chinen dan memeluknya dari belakang "kau tidak suka rambutmu?"
"Bukan.." Chinen mengalihkan pandangannya sebentar ke yamada dan kembali ke cermin "hanya saja.. Apakah ini tidak terlalu pendek yama-chan?"
"Tidak tidak, ini cocok untukmu.. Kau terlihat lebih kakoii sekarang" yamada tersenyum dan mencium pipi anak yang lebih pendek itu
Chinen tersenyum dan menghadapkan wajahnya ke yamada di belakangnya membuat yang lebih tua itu dapat mencium bibir nya
Yamada mencium bibir chinen lembut dan berubah menjadi ciuman yang bergairah. Chinen mengigit bibir bawah anak yang lebih tua untuk mencoba memenangkan permainan, tapi yamada yang memenangkannya. Yamada mendorong lidahnya masuk kedalam mulut chinen dan menjelajahi setiap bagian rinci di dalamnya, tangan yamada meraba dada chinen yang tidak mengenakan apapun
Yamada melepas ciumannya dan tersenyum ke chinen
Yamada menggendong chinen dengan gaya pengantin dan menidurkannya di sofa yang berada di belakang mereka, chinen di bawah. Selalu. Yamada kembali mencium pasangannya lalu turun ke leher memberikan tanda kemerahan di sana sebagai tanda berlangsungngya kejadian ini, mencium tengkuk chinen membuat chinen mengerang
Yamada beralih ke dada sebelah kiri chinen menghisap kuat tonjolan berwarna pink itu "nnn... Yama-chan..." Chinen mengerang atas perlakuan yamada
Yamada membuka celana chinen, memperlihatkan milik chinen yang sudah meneggang di hadapannya "kawaii~"
"U-urusai!" Chinen memerah sambil menutupi miliknya
"Hahahaha.. Kenapa kau masih malu chii? Kita melakukan ini hampir setiap hari bukan?" Goda yamada
"Ta-tapi.. Aku...."
Yamada tersenyum dan mulai mencium dan menjilat milik chinen "aaah.. uunh.. Yama-chan.." Yamada terus mengulum milik chinen sampai ia merasakan mulutnya di penuhi cairan putih hangat, yamada menelannya dengan satu tegukan seperti ia sedang meminum susu favoritnya
"Oishii.." Yamada menyeka mulutnya yang belepotan cairan milik chinen
Yamada membuka celananya dan memperlihatkan milikknya yang besar dan menenegang, membuat chinen memerah. Yamada mulai memasukan milikknya kelubang chinen "aaah! Ya-yama-chan.. Nnnhh.." Yamada mulai menggerakannya perlahan
"Le-lebih cepat!" Pinta chinen
Yamada tersnyum dan menggerakan nya lebih cepat lebih kuat dan menimbulkan bunyi yang selalu mereka dengar saat melakukan 'aktivitas' mereka "aaah.. Yama-chan.. uunn aahh.." Chinen menarik yamada lebih dekat untuk menciumannya, yamada memenangkan permainannya dan mendorong masuk lidahnya kedalam mulut chinen tanpa menghentikan gerakan di bawah
"nn.. Chinen.. A-aku rasa.. Aku akan.."
Brak
Pintu terbuka dan yuto berdiri disana melihat kearah yamada dan chinen dengan tatapan tidak percaya, air mata mulai menggenang di pelupuk matanya tangannya mengepal keras berusaha meredamkan sedikit amarahnya
"Yu-yuto?" Yamada melepas ciumannya dan mengelurakan miliknya dari chinen, milik yamada yang besar terlihat oleh yuto membuat yuto memerah
Gerakan yamada membuat chinen mengerang sedikit membuat hati yuto semakin terbakar
Chinen menutupi badannya yang telanjang dengan batal yang ada di sofa dan menunduk malu "Gomen.. Yutti.." Chinen menunduk
"Gomen? Untuk apa chii?" Yamada menjawab
Kenapa yama-chan yang jawab? Itu pertanyaan buat ku! Dan kau chinen... Ukh! Melihatmu seperti tadi bersama yama-chan membuatku ingin membunuh seseorang sekarang
"Yuto?" Tanya yamada yang melihat yuto diam
Yuto mengangkat kepalanya dan melihat yamada dan chinen dengan tatapan marah dengan air mata menggenang di pelupuk matanya. Yuto berlari meninggalkan yamada dan chinen yang bingung atas sikapnya
"Yuto!" Yamada memanggil yuto, tapi yuto tetap berlari menjauh
"Yutti kenapa?" Tanya chinen
Yamada mengangkat bahunya "hm, tidak tahu.."
Chinen mengangguk tanpa arti
"Ne, yuri~" yamada memanggil chinen dengan nada menggoda
"Apa?"
Yamada tersenyum dan menarik pasangannya untuk lebih dekat, yamada mencium chinen dengan penuh gairah dan mulai memijat pelan milik chinen "uunh.. Aah.. Ya-yama-chan.."
"Chotto!" Chinen mendorong yamada menjauh
"Kenapa chii?"
"Jangan disini, nanti ada yang lihat lagi"
Yamada tersenyum dan mencium pasangannya "oke.. Tapi nanti malam kau tidak akan berhenti berteriak" yama tersenyum mesum
"Kyaa~ kowaii!"
Sementara itu..
Yuto terus berlari dengan air matanya yang berjatuhan di pipinya. Hatinya masih terasa sakit dan sesak setelah melihat langsung 'aktivitas' yamada dan chinen, walau dia sudah mengetahui bahwa chinen dan yamada sudah sering melakukan 'itu' tapi untuk melihat kejadiannya sendiri membuat hatinya sangat sakit
Yuto terus berlari entah kemana sampai ia merasakan tubuhnya menabrak seseorang yang badannya lebih besar dari dia
"Yuto? Kau kenapa?" Tanya orang itu
"Aku tidak apa-apa, keito" yuto menyeka air matanya
"Jangan bohong, ceritakan semuanya padaku" keito memegang pundak yuto
Yuto terdiam dan memutuskan untuk menceritaka semuanya ke keito
"Jadi, kau pikir yama-chan marah dengan chinen karena chinen potong rambut?" Tanya keito setelah yuto menjelaskan semuanya kepadanya
Yuto mengangguk
"Kau pikir sekarang adalah waktunya yang tepat untuk mendekati yama-chan karena dia sedang marah dengan chinen?"
Yuto mengangguk
"Dan barusan kau melihat sendiri yama-chan dan chinen melakukan seks?"
Yuto terdiam dan mengangguk, air matanya mulai jatuh
"Kenapa kau kesana?"
"Aku mau mengambil headset ku yang ketinggalan, tapi saat ku masuk.. Mereka..." Yuto kembali menangis
Keito mengusap kepala yuto pelan "tenang saja, aku akan minta penjelasan dari mereka"
"Ja-jangan keito.."
"Tenang saja" keito tersenyum
Yuto mengangguk dan memeluk keito "arigatou keito"
Keito memerah dan balas memeluk "daijobu"
Keito memasuki ruangan disana juga ada member lain, keito melihat yamada tertawa dengan chinen di pangkuannya mereka berpegangan tangan dan tertawa
"Yamada, chinen, ada yang ingin ku tanyakan"
"Hm?" Chinen turun dari pangkuan yamada dan duduk di samping yamada
"Ada apa keito?" Tanya yamada
"Tapi kalian harus menjawabnya dengan jujur"
Yamada dan chinen mengangguk
"Apa tadi pagi yama-chan marah dengan chinen?"
"Hah? Aku tidak pernah marah dengan chinen" kata yamada
"Lalu kenapa kau muram?"
"Yama-chan terlalu banyak memakan makan malamnya tadi malam, hehe" chinen tertawa dan yamada juga ikut tersenyum
"Sakit perut?"
Yamada mengangguk
"Apa yama-chan marah karena chinen potong rambut?"
"Eh? Tidak.. Malah itu aku yang menetapkan modelnya" kata yamada tersenyum sambil merangkul chinen yang tersenyum
Flashback
"Yama-chan.. Bangun.." kata chinen sambil menguncangkan tubuh yamada
"Ng.. Ohayou chii" yamada tersenyum dan langsung mencium chinen
"Ohayou" chinen tersenyum "ne, sekarang mandi hari ini kita ada konser"
"Ah, oh iyaa.." Yamada bangun dan berjalan ke kamar mandi "aku duluan okey?"
"Okey" chinen tersenyum dan membungkus tubuh telanjangnya dengan selimut
Dijalan..
"Apa?" Tanya chinen yang menyadari yamada memperhatikannya dari tadi
"Potong rambut ya?"
"Eh?"
"Ayo.. Kita masih ada waktu kesalon"
"Hmm.. Baiklah" chinen tersenyum
Yamada tersenyum dan mencium chinen
End flashback
"Hmm.. Begitu.." Keito mengangguk mengerti
"Memang kenapa keito?" Tanya yamada
"Yuto"
"Eh?" Chinen melihat keito bingung
Keito tersenyum "tidak... Serahkan semuanya padaku" keito bangun dan berjalan meningglakan yamada dan chinen "ah" keito berhenti dan menoleh ke yamada dan chinen "kalau kalian sedang melakukan seks setidaknya kunci pintunya" keito tersenyum dan melanjutkan perjalanannya
Semua member mendengarnya dan menatap yamada dan chinen yang menunduk dengan muka merah mereka
"Begitu...." Yuto menunduk setelah mendengar penjelasan keito
"Yuto"
"Ya?"
"Bisa kau jelaskan semuanya padaku?"
Yuto terdiam "yama-chan... Dan aku dulu selalu bersama sebelum... Yama-chan mencium chinen dan menyatakan cinta padanya, yama-chan memberitahukan semuanya padaku apa saja yang sudah dia lakukan dengan chinen, berciuman, kencan, bahkan melakukan seks. Dia memberitahuku dengan gembira dan menganggapku sebagai sahabat saja, tadinya aku hanya menanggap yama-chan sahabatku tapi saat dia menyatakan cinta dan mencium chinen hatiku hancur keito" yuto tertawa dengan mata sedih "dan saat aku mendengar yang dia katakan hatiku sangat hancur.. Kau tahu? Seperti apa?" Yuto mengalihkan pandangannya ke keito. Keito menggeleng "seperti ini, 'yuto! Kau tidak akan percaya apa yang kulakukan tadi malam dengan chinen, kami melakukan seks untuk pertama kalinya dia sangat hebat! Aaaaah sepertinya aku dan dia akan melakukan nya hampir setiap hari' dia menjelaskannya sambil tertawa kepadaku saat itu" yuto kembali menangis
Keito mengelus pundak yuto
"Aku tidak bisa mengatakan apa-apa karena aku takut yama-chan membenciku, aku hanya bisa pura2 tersenyum atas apa yang ia rasakan"
"Yuto..."
"Hm?"
"Kenapa kau tidak melupakan yama-chan?"
"Eh?"
"Dan cobalah untuk hanya melihatku"
Mata yuto melebar mendengar pengakuan keito, keito menatapnya dengan tatapan serius. Ini tidak main-main, yuto menyeka air mata nya dan memeluk keito "aku... Akan" bisik yuto
Owari!
Omake....
"Jangan menangis chii..."
"Aku tidak tahu kalau yutti begitu tersakiti karena aku"
Yamada menyeka air mata chinen "lihat aku". Yamada mengangkat wajah chinen dengan kedua tangannya "yuto memiliki keito, keito sangat mecintai yuto. Dan yuto pasti akan mencintai keito seperti keito mencintainya, kau dengar sendiri kan tadi yang yuto bilang?"
Chinen mengangguk dan tersenyum
"Sekarang ayo masuk kedalam. Kita tidak boleh mendengar pembicaraan orang lain terlalu banyak" yamada tersenyum
"Ne, bukannya yama-chan yang mengajakku bersembunyi saat melihat yuto dan keito bersama untuk mendengar pembicaraannya?"
"Hng......"
"Apa?" Chinen tersenyum
"Itu....... Tidak sengaja" -_-
"Kau berbohong ne~"(~‾▿‾)~
"Baik! Aku memang penasaran" (ɔ‾з‾)ɔ
"Naah.. Mengaku sajalah" ƪ(ˇ▼ˇ)-c<ˇ_ˇ")
"Urusai, lebih baik siapkan suaramu untuk nanti malam" (‾▿‾╬)
"Jangan kasar2 padaku yama-chan" (•̪ o •̪)
"Tenang... Kau tetap akan menikmatinya" (˘▿˘)
"Kyaaaaa!!" °•(>̯┌┐<)•°
"Boleh aku lakukan sekarang?" (˚----̩̩˚)
"Tidak" ƪ(ˇ▼ˇ)¬
"Kenapa?" ƪ(‾̣̣̣̥ε‾̣̣̣̣̣̣̥“)ʃ
"Nanti fanfic ini tdak selesai2" ( ˘ з˘ )-c<ˇ_ˇ")
"Baiklah.... Urusi ursan kalian sendiri, aku dan chinen banyak pekerjaan, jaa!" (˘ з(˘⌣˘)
Dean:"HOY! -_-"
Owari~~
ラベル: fanfic, okajima, yamachii
Written @
4:56