Title: Too late (1/2)
rating: PG-16
genre: angst, romance
A/N: saya membuat chinen sebagai cewek disini
summary: yamada adalah seorang pengusaha restoran, dan chinen adalah seorang model. mereka bertemu di SMA saling mencintai dan hidup bersama. well, mereka belum menikah
hari minggu. menyenangkan untuk menghabiskannya bersama orang yang di cintai tapi kadang kekasihnya tidak bisa berada di apaterment mereka. kerena pekerjaanya
yamada tersenyum melihat kekasihnya ada di sana, sibuk dengan cangkir dan sendok di tangannya
"kore, aku membuat teh untukmu ryo-chan" chinen menyerahkan cangkirnya ke yamada
"terimakasih yuri" yamada tersenyum dan meminum teh nya "kau tahu yuri?"
"um?"
"aku sangat merindukanmu ne.." yamada mencium leher kekasihnya
"nnngh.. aku juga ryo-chan"
yamada menggendong kekasihnya dengan gaya pengantin, meletakannya di tempat tidur dan menciumnya lapar. chinen membalas ciumannya berusaha memenangkan permainan mereka, yamada memenangkan permainan panas mereka dan mendorong masuk lidahnya kedalam mulut kekasihnya menikmati kehangatan dari kekasihnya
ciuman yamada turun ke leher chinen menjilatnya dan menghisap bagian sensitiv nya "aah.... ryo-chan.."
"ne yuri, kita sudah lama tidak melakukan sex semenjak kau di terima di agensi itu" kata yamada sedih dan mengubur kepalanya di leher kekasihnya
"maafkan aku ryo-chan.." chinen memeluk kepala kekasihnya dengan perasaan bersalah
"dapatkah kita melakukannya sekarang?"
"lakukanlah ryo-chan" chinen tersenyum
yamada tersenyum dan kembali mencium kekasihnya, membuka semua pakaian mereka dan meninggalkannya di lantai
merenggangkan kaki kekasihnya dan mulai mendorong masuk miliknya kedalam vagina kekasihnya
"kau begitu sempit yuri.. kita sudah melakukan ini berkali-kali, tapi kau masih tetap sempit, aku menyukai itu ne yuri.. hehe"
"unnh.. jangan menggodaku saat seperti ini ryo-chan"
"hahaha oke oke"
yamada menggerakan miliknya semakin cepat dan mulai mencapai klimaksnya
"aku.. datang yuri.. unghh.."
setelah melihat tanda dari chinen yamada mengeluarkan semua cairannya di dalam chinen
yamada terjatuh diatas kekasihnya, terengah-engah merasa puas dengan kegiatan mereka
"terimakasih untuk hari ini yuri" yamada mencium dahi chinen sayang
"un.."
dan mereka jatuh tertidur
yamada membuka matanya, ruangan gelap yamada bangun dan memakai celannya dan menyalakan semua lampu
"diamana yuri?" tanya nya pada diri sendiri
yamada menemukan pesan di atas meja dan membacanya
ryo-chan,
aku sangat menyesal.. aku harus pergi karena bos memanggilku. aku mungkin akan pergi lama. maafkan aku
yuri
lagi-lagi...
seminggu sudah berlalu dan itu terjadi berulang kali, chinen tidak bisa tinggal di apatermen mereka untuk waktu lama
yamada membuat makan malamnya di apatermen mereka, berusaha memberi chinen kejutan untuk makan malam kali ini
"ini akan jadi begitu romantis ne.." ucap yamada puas melihat hasil kerjannya
telpon berbunyi dan satu pesan di terima, yamada menekan tombol untuk membaca pesan dan mendengar suara kekasihnya disana
"ryo-chan.. gomenasai, maafkan aku... aku tidak bisa pulang cepat hari ini. aku sudah berusaha tapi tetap tidak bisa maafkan aku ryo-chan.. aku--" yamada mematikan telponnya
ini yang ke tiga kalinya, yamada melirik ke meja makan yang penuh dengan kerja kerasnya. yamada memakan itu sendirian disana seperti orang bodoh, dan bagian chinen ia buang ke tempat sampah
"kenapa?"
yamada berusaha memakluminya. dia seorang model, dia adalah orang yang sibuk
yamada berjalan keluar apatermennya ke kota saat udara dingin, tokyo adalah kota yang tidak pernah sepi masih banyak mungkin memang banyak orang yang berlalu lalang di jalanan walau ini sudah malam. yamada mendongak, melihat papan iklan besar terpampang diatas gedung tinggi itu jelas terlihat chinen tersyum sangat cantik seperti bidadari, yamada tersenyum.
"aku sangat merindukanmu yuri" yamada mempererat jaketnya dan berjalan ke tempat yang bisa menghiburnya
tsuzuku
ラベル: fanfic, yamachii
Written @
8:21