Tittle: You are my love
Rating: NC-17
Genre: romance, smut
Summary: 'kau akan meminta lebih...'
A/N: fail-_-
'......' : perkataan dalam hati
Yamada---
Musik berdentum keras di ruangan itu orang-orang menari dengan penuh nafsu melenggakan tubuh mereka kekanan dan kekiri sesuai irama musik, berhimpitan, tersenyum seduktif, mendesah, mabuk, dan bau parfum yang menyengat membuat ruangan semakin panas ini bukan klub atau diskotik. Hanya sebuah pesta.
Yamada Ryosuke, laki-laki itu duduk sendirian di ujung sofa dengan minuman di tangan nya, minuman yang tidak ingin ia minum.
'Cinta itu...'
Memperhatikan seseorang dilantai dansa yang melenggokan tubuhnya sesuai irama musik
'Cinta itu kadang jatuh di tempat yang salah'
Gerakan yang memancing untuk di dekati. Tidak, harus dia yang pertama menyentuhnya
'Ya, aku jatuh cinta'
Laki-laki berambut coklat itu mengikuti kata hatinya dan mendekatinya, menyentuh bahunya dan perlahan merangkulnya dari belakang
'Aku mencintai seorang anak laki-laki'
Menghirup aroma manis di leher dan rambutnya, merangkul pinggangnya dan menariknya lebih dekat
'Seorang anak laki-laki manis bertubuh mungil'
"Yama-chan..." Yang di rangkul itu tersenyum dan menghadapkan tubuhnya ke yamada tersenyum setengah mabuk dan merangkul leher yamada yang kini berhadapan dengannya
"Uun.. Kenapa kau menari seperti itu chii?" Yamada menempatkan dagunya di bahu chinen sesekali mencium lehernya
"Aku hanya ingin menari" dia tertawa, sambil menikmati bibir dan nafas yamada di lehernya
'Tidak, itu membuatku terpancing..'
Mereka menari beriringan, membiarkan tubuh mereka bergerak dengan sendirinya mengikuti dentuman musik yang meredamkan semua suara
"Kau mencintaiku chii?"
"Tentu saja..." Chinen tersenyum dan mengubur wajahnya di bahu yamada
'Ya.. Benar, dia juga mencintaiku'
"Kalau begitu kenapa kita tidak membuat ini semakin jelas?" Yamada menyeringai, masih dengan tangannya di pinggang chinen
'Aku ingin merasakannya...'
"Jangan terburu-buru yama-chan..." Chinen tersenyum
Yamada mengendus aroma rambut chinen sekali lagi "kenapa?" Yamada bertanya dengan suara pelan
"Karena ini hal pertama bagiku" chinen menjawab setengah tertawa
"Tapi kau sudah merasakan milikku ne..." Yamada masih menggoda chinen
'Aku ingin lebih dari yang pernah kita lakukan'
"Aku tahu..." Chinen tersenyum
"Kau menyukainya kan?" Tangan yamada mengusap pinggang chinen berusaha mencari celah antara jeans dan kemejanya
"Un~ sangat besar ne~" chinen tertawa sedikit memerah
"Ini akan menyenangkan chii.." Yamada berbisik dengan penuh nafsu memasukan tangannya ke balik kemeja chinen
"Apa iya?" Chinen tertawa sambil mengubur wajahnya di dada yamada
'Kau akan meminta lebih...'
Yamada tidak menjawab, ia hanya melanjutkan mencium leher chinen. Menciumnya dengan penuh gairah menjilatnya dan menggigitnya pelan, sampai ia mendengar erangan kecil dari yang bertubuh mungil itu.
'Aku ingin mendengar desahanmu...'
Semua orang berhimpitan dan menari, tidak ada yang tahu apa yang dilakukan pasangan itu saat ini
"Akui saja kau menginginkannya chii..." Yamada berbisik dan bernafas di telinga chinen.
Chinen tertawa.
Chinen---
Chinen sudah berbaring di tempat tidur di kamar yamada yang satu gedung apatermen dengannya dan 7 orang lainnya, ia tidak tahu pasti bagaimana ia bisa sampai disini
Yamada mulai menciumnya dengan tidak sabar, memasukan lidahnya kedalam mulut chinen, merasakan semuanya
'Lakukanlah..'
Yamada mulai membuka pakaian mereka, membiarkannya berserakan dilantai dan kembali mencium chinen
'Sepertinya ini menyenangkan'
"A-aaakkhh!" Chinen menjerit saat merasakan milik yamada yang besar di dorong masuk kedalamnya
'Sakit..'
Desahan nafas mereka mulai terdengar, yamada menggerakan miliknya lebih cepat dan mendorongnya lebih keras. Chinen bisa merasakan yamada bergerak didalamnya, sakit, tapi nikmat, kasar. Tidak. Dia melakukannya dengan baik
'Lebih cepat.. Temukan itu...'
Chinen mencengkram dan menarik seprai putih yang dipasangkan di tempat tidur partnernya.
'Bingo'
Chinen mulai mengerang saat merasa yang bergerak di tubuhnya itu menghantam titik itu berkali-kali, membuatnya semakin bernafsu, membuatnya ingin merasakan lebih dari yamada, lebih cepat, lebih keras.
"Aah ngg lebih... Cepat.... Aaah aaah" chinen mendesah setengah berteriak merasakan kenikmatan yang luar biasa dari yamada
Yamada menyeringai, ia menggerakannya lebih cepat, lebih keras, berubah menjadi gerakan kasar yang disukai chinen
Chinen menutup matanya, mencengkram seprai itu kuat-kuat. Pipi nya memerah dan mulutnya terbuka berusaha berteriak tapi tidak bisa, rasa nikmat itu menenggelamkan suaranya
Tubuhnya berkeringat deras, panas, tubuhnya lelah tapi otaknya menginginkan lebih. Chinen perlahan membuka matanya, berusaha mengetahui yamada yang diatasnya
'Lihat wajahmu..'
Chinen memperhatikan wajah yamada, wajah tampan yang sedang bernafsu dan mendesah sesekali mengerang, menikmati dirinya sepenuhnya, merasakan sensasi yang dirasakan chinen
'Kau begitu menikmatinya'
Tubuh chinen menengang, ia menumpahkan cairannya ke dada dan perut yamada.
Yamada melakukan hal yang sama, mengeluarkan cairannya jauh di dalam tubuh chinen tapi ia tidak berhenti. Malah mempercepat gerakannya, membuat cairan itu semakin besar dan menghantam dinding bagian dalam chinen
"Uuuhhh nngghh..." Yamada menikmatinya, ya, sangat menikmatinya ia bisa mendengar chinen meracau tidak karuan karena perbuatannya
Setelah beberapa saat akhirnya gerakan yamada melemah dan berhenti, ia membuka matanya untuk melihat chinen dibawahnya "kau *hah begitu menggoda ne.." Kata yamada dalam nafas yang tidak beraturan
"Ngh?" Chinen perlahan membuka matanya kembali, bertatapan dengan yamada yang melihatnya dengan tatapan mesum "kau.. *hah kenapa milhatku seperti itu?"
"Kau membuatku horny lagi.." Yamada menyeringai, wajah chinen yang memerah, berkeringat, dan masih dalam nafas yang tidak beraturan membuat miliknya mengeras lagi
"Jangan... *hah aku terlalu lelah ne... Kau tidak berhenti menggerakannya..."
'Jadi begini...'
"Baiklah chii.. Aku mengerti" yamada tersenyum dan mencium dahi chinen
'Rasanya berhubungan seks dengan orang yang dicintai'
"Sekarang tarik keluar?" Chinen sedikit mendorong yamada tapi yamada tetap diposisinya, tidak bergerak "yama-chan?"
'Rasanya sangat menyenangkan'
"Biarkan di dalam ne, rasanya begitu baik" yamada tertawa
Chinen memerah dan memukul bahu yamada "mesum!"
"Hahaha hanya denganmu ne chii.. Tidak, yuri... Mulai sekarang panggil aku ryosuke atau ryo-chan oke? Aku akan memanggilmu yuri" yamada tersenyum. Chinen mengangguk
'Lakukanlah lagi di lain waktu......'
Another--
Esok pagi...
"Yama-chan dan chinen belum turun ne?" Kata yuto sambil menarik kursinya
"Belum" jawab yabu
"Dia tidak terlihat sejak pesta tadi malam" kata daiki
"Un, chinen juga" lanjut inoo
"Jangan-jangan mereka....." Sebelum yuya melanjutkan perkataanya yabu melemparnya dengan sumpit "a! Ittai-_-"
"Jangan mesum pagi-pagi begini" kata ryutaro sambil menghela nafas
"Haha bakaki selalu mesum ne" kata hika sambil tertawa
"Coba kau telpon mereka" kata keito ke yuto. Yuto mengangguk
"............ah, yama-chan kau dimana? ............chinen?....HAH!!? Apa maksudmu!?............tunggu..........berhenti....yama-chaaaaaaaan!!!!!!!!..............turunlah sekarang kami sudah mau sarapan...........yama-chan!!!....... Eh? Chii?..........APA!!!?......ha-halo!?...... Diputus"
7 orang disana melihat yuto yang memerah sambil memperhatikan ponsel nya sejak tadi dengan tatapan bingung
"Mereka pasti....." yuya berkata dan yuto mengangguk
"EEEEEHHHHHH!!!!!!!!!!!??????????" Ya, semuanya beteriak terkejut dan yuya tertawa keras
Ditelpon:
"Halo?"
"ah, yama-chan kau dimana?"
"Dikamar"
"chinen?"
"Dibawahku"
"HAH!!? Apa maksudmu!?"
"Dengar ini" yamada tersenyum dan menggerakan miliknya yang masih berada didalam chinen membuat chinen mengerang
"tunggu"
"Dan ini" yamada mempercepat gerakannya, membuat suara chinen semakin terdengar jelas
"berhenti"
"Aaaaaaah... Uuun aaahh" yamada mengeluarkan suaranya dan membuat yuto mendengarnya jelas. Sengaja
"yama-chaaaaaaan!!!!!!!!"
"Hahaha ada apa yuto?"
"turunlah sekarang kami sudah mau sarapan"
"Aaah aku masih menikmati lubang kekasih kecilku ne..."
"yama-chan!!!"
"*hah yutti..."
"Eh? Chii?"
"Cobalah melakukan ini dengan keito, kau akan menyukainya" chinen dan yamada tertawa
"APA!!!?"
Tuuut tuut
"ha-halo!?...... Diputus"
OVER.
ラベル: fanfic, yamachii
Written @
7:57