Tittle: new love
Pairing: okajima, yamachii
Genre: romance
Rating: PG-15
Summary: Bagaimana kau bisa lupa....
"Yuto, kalau aku menyukai seorang laki-laki apa berarti itu tidak normal?"
Yuto menghentikan langkahnya "eh? Apa?"
"Aku menyukai laki-laki" kata yamada sekali lagi sambil sedikit mendongak untuk melihat wajah temannya satu itu dari samping "aku tidak normal?" Tanyanya lagi
"Eh? Umm.. Aku pikir, cinta bisa jatuh pada siapa saja.." Jelas laki-laki bertubuh jangkung itu
"Souka.. Ehehe" yamada tertawa kecil sambil memakan pocky ditangannya
"Memangnya kau lagi suka siapa yama-chan?" Tanya yuto
"Bukan kah kau sudah tahu?" Jawab yamada dengan senyum besar di wajah tampannya
"Eh?"
"Yama-chaaaaaaaannn!!!!!!!!!!"
Yamada dan yuto membalikan tubuh mereka saat mendengar orang itu meneriakan nama yamada
"Ada apa chii?" Tanya yamada sambil tersenyum
Chinen berlari hingga ia sampai di tengah-tengah yamada dan yuto
"Pocky di kantin habis!" Jawab chinen kesal "aku boleh minta punyamu ne?" pinta chinen dengan wajah imutnya
"Hmm.... Ada syaratnya!"
"Eh? Nani?"
"2 batang pocky untuk dua ciuman di sini" kata yamada sambil menunjuk pipi kanan dan kirinya
"Uso! Kau hentai!!" Jawab chinen sambil menggembungkan pipinya
"Hahahaha... Dia terlalu banyak membaca manga hentai ne.." Yuto tertawa melihat tingah kedua temannya itu
"Tapi aku mau kalau harus mencium yutti~" ucap chinen sambil menjinjitkan kakinya, berusaha mencapai bibir yuto
"Ma..."
"Matte!!!" Yamada berteriak sambil memisahkan chinen dan yuto "chii kau nakal!"
Yuto hanya diam melihat ekspresi yamada barusan, seperti... Ketakutan kalau chinen benar-benar akan mencium dirinya
"Habis aku mau pocky!"
"Kau bisa memilih yang tadi, atau satu ciuman di sini" kata yamada sambil menunjuk bibirnya
Mata yuto dan chinen melebar
Kenapa.... Hanya untuk pocky?
"Yama-chan! Aku tidak akan melakukannya hanya untuk pocky!" Jawab chinen cemberut
"Hahaha baiklah.. Ini" yamada memberikan 2 batang pocky ke chinen
"Arigatou neee!!!" Chinen menerima pocky dari yamada, ia tersenyum, lalu mencium pipi yamada, dan berlari meninggalkan mereka berdua
Mata yuto melebar, tidak.. Bukan karena ia kaget karena chinen mencium pipi yamada barusan
Tapi...
Wajah yamada benar-benar merah sehingga harus ia sembunyikan di balik tangannya
Sejak saat itu yamada lebih sering menayakan tentang cinta ke yuto. Yuto yang menyadari perubahan dari yamada menjadi semakin yakin kalau yamada benar-benar jatuh cinta pada seseorang. Seorang anak laki laki
Tapi setiap ia tanya, siapa? Yamada hanya menjawab, kau tahu.. Kau benar-benar mengetahuinya
Tapi laki-laki jangkung itu tidak tahu, siapa dia? Siapa.... Yang membuat yamada lebih memilih dia daripada dirinya?
"Yuko-sensei benar-benar harus berhenti memberikan tugas sebanyak ini ne.." Keluh yamada
"Maa kau harus banyak belajar yama-chan..." Ucap yuto yang berjalan disampingnya
"Demo..." Sebelum yamada melanjutkan kalimatnya ia merasa ponselnya bergetar, yamada membacanya, dan matanya melebar
Yamada cepat-cepat berlari ke dalam gedung sekolah
"Chotto! Yama-chan!"
"Aaaaa! Yuto, kau pulang duluan saja.. Aku harus mengurus sesuatu" teriak yamada tergesa-gesa dan melanjutkan larinya
"Eh....."
Padahal kau janji pulang bersamaku...
"Maa! Aku tunggu!" Ucap yuto pada dirinya sendir dengan senyuman
yuto merasa hari sudah semakin sore, sudah setengah jam berlalu saat yamada memasuki gedung sekolah
Yuto memutuskan untuk menyusul yamada, lorong sekolah yang sepi membuat langkahnya bergema
Yuto melihat pintu kelas mereka tidak tertutup
"Ya...." Langkahnya terhenti saat akan memasuki kelas, suaranya tiba-tiba menghilang, matanya melebar dan jantungnya berdegup kencang
Angin sore yang berhembus dari jendela di samping mereka membuat poni mereka bergoyang, yamada yang duduk diatas meja dengan tangannya di pinggang chinen yang berdiri didepannya terlihat sangat ketat, tangan chinen yang ada di dada yamada seperti sedang mendengarkan detak jantung yamada, bibir mereka yang saling menjilat satu sama lain terlihat sangat kelaparan, mata mereka yang terpejam membuat mereka terlihat benar-benar menikmati ciuman itu
Mereka membuat dunia mereka sendiri, tidak mau mendengar apa-apa, tidak mau melihat apa-apa, hanya ada mereka berdua di disana
Perlahan-lahan yuto bisa melihat nafsu menguasai yamada, ia menjilat, mengigit, menghisap bibir dan lidah chinen
Tangan yamada mulai meremas bokong chinen, membuat yuto dapat mendengar erangan chinen dari dalam ciuman itu dan desahan nafas yamada yang seakan benar-benar menginginkan lebih
Yuto menutup matanya dan memalingkan wajahnya lalu berjalan pergi
'Yama-chan.. Aku benar-benar penasaran..'
'Ini rahasia yuto..'
'Tolong beritahu aku siapa orangnya.. Ne? Ne'
'Hhh... Tapi aku hanya memberi satu petunjuk oke?'
'Oke!'
'Hurup depan nya "y" hehe'
'Eh? Y? Aku?'
'Hahahaha'
'Kenapa tertawa? Bukan aku ya?'
'Sudahlah... Jangan dibahas lagi.. Hehe'
Yah, kau bodoh, yuto nakajima, kau benar-benar bodoh, kau benar-benar berharap orang yang di maksud yamada adalah dirimu
Bagaimana kau bisa lupa....
Kalau nama depan chinen adalah yuri
***
"Hora! Jangan bermesraan di depanku!!" Pekik yuto kesal pada pasangan yang duduk didepannya
"Aah.. Yutti, tunggu sebentar lagi" jawab chinen
"Yah, dia mungkin hanya terlambat sebentar" yamada memeluk pinggang chinen yang ada di pangkuannya
"Tapi kalian berpelukan! Berciuman.. Jilat-jilatan di hadapanku!" Yuto menyilangkan tangannya di depan dadanya
"Aku bisa melakukan seks didepanmu kalau kau mau" yamada tersenyum mesum
PLAK!
"Itte!! Nande yuri!?" Tanya yamada sambil mengelus kepalanya
"Jaga ucapan mu! Huh!" Balas chinen kesal
Pintu terbuka cepat, seseorang bergegas masuk dengan nafas terengah-engah, ia membuka jaketnya dan tersenyum saat melihat kekasihnya
"Keitoooo!!!" Teriak yuto bahagia sambil berlari ke pelukan kekasihnya
"Yutorin! I miss you so much!" Keito mencium yuto, penuh cinta dan perlahan-lahan
"Kau terlalu lama di sana ne.." Yuto bersandar di dada keito dengan sedikit cemberut
"Gomenne.... I promise I will never make you sad and felt lonely again, yutorin.." Keito mencium kepala kekasihnya dan memeluknya erat
"Aku tidak mengerti!" Jawab yuto
"Itu artinya, keito tidak akan membiarkanmu pergi dan mengiris nadimu karena kesepian.." Jawab yamada
"Eto... Ryo-chan, aku pikir.."
"BAKKA! Bukan itu..." Kata keito sambil mengajak kekasihnya duduk di sofa yang sama
Mereka semua tertawa dalam kebahagiaan
~
Aku pernah membaca buku, disitu dituliskan
'Jika cinta yang kita harapkan pergi, kita akan mendapat cinta baru yang lebih baik'
Aku tahu itu sungguhan..
Karena...
Saat aku kehilanganmu, yamada
Aku menemukan seseorang
Seseorang yang benar-benar mengerti aku, dan sangat mencintaiku
Okamoto keito, aku benar-benar mencintaimu
End.
Written @
10:18